Notification

×

Iklan

Iklan

Dulu Pemalu, Kini Diljah Go Sukses Jadi Kreator Konten dengan Jutaan Followers

Jumat, 03 Juli 2026 | 13.30 WIB Last Updated 2026-07-03T06:39:58Z


 

Bogor, Aktualita.co - Nama M. Mulyadi atau Diljah Go kini dikenal luas sebagai kreator konten digital. Lewat sketsa komedi dan drama pendek bertema kehidupan sekolah, pria asal Bogor, Jawa Barat, itu berhasil menarik perhatian jutaan pengguna media sosial.

Namun, popularitas tersebut tidak datang begitu saja. Sebelum dikenal seperti sekarang, Diljah lebih dulu melewati perjalanan panjang. Ia pernah bekerja dengan penghasilan kecil, menunda impian kuliah, hingga membuat konten pada malam hari setelah pulang kerja.

Diljah lahir di Bogor pada 30 Januari 2002. Sejak awal, ia dikenal memiliki ketertarikan pada dunia digital. Konten-kontennya banyak mengangkat cerita sederhana tentang kehidupan sekolah, pertemanan, dan keseharian anak muda.

Gaya penyampaiannya yang ringan membuat konten Diljah mudah diterima penonton. Cerita yang ia hadirkan terasa dekat dengan kehidupan pelajar Indonesia.

Meski kini terbiasa tampil di depan kamera, Diljah mengaku dulunya merupakan pribadi yang pemalu. Ia bahkan tidak pernah membayangkan akan bekerja sebagai kreator konten.

“Dulu saya termasuk orang yang pemalu. Tampil di depan kamera saja rasanya gugup. Tidak pernah menyangka sekarang justru bekerja setiap hari di depan kamera,” kata Diljah.

Perjalanan Diljah di dunia digital dimulai pada 2017. Saat itu, ia masih duduk di bangku sekolah dan mulai membuat video di YouTube. Awalnya, kegiatan tersebut hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang.

Video-video awal yang dibuatnya belum banyak ditonton. Namun, hal itu tidak membuatnya berhenti. Diljah justru terus belajar secara mandiri, mulai dari teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, hingga menyusun alur cerita.

Setelah lulus sekolah, Diljah sempat ingin langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus bekerja terlebih dahulu.

Ia kemudian menjalani pekerjaan pertamanya sebagai guru dengan penghasilan sekitar Rp300.000 per bulan. Pekerjaan itu dijalani selama kurang lebih empat hingga enam bulan.

Setelah itu, Diljah bekerja sebagai kru di sebuah perusahaan bus pariwisata. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapat penghasilan sekitar Rp800.000 per bulan.

Di tengah kondisi itu, kedua orang tua Diljah terus memberi dukungan agar ia tetap melanjutkan pendidikan. Dorongan keluarga akhirnya membuat Diljah memutuskan untuk kuliah sambil bekerja.

Pandemi COVID-19 kemudian menjadi babak berat dalam hidupnya. Saat sektor pariwisata terdampak, pekerjaan Diljah ikut berhenti. Ia harus mencari pekerjaan lain agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai kuliah.

Diljah kemudian bekerja di toko grosir atau toko sembako. Penghasilan yang ia terima saat itu sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000 per hari.

Masa tersebut menjadi salah satu fase tersulit bagi Diljah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, dan keinginannya untuk tetap membuat konten. Rasa lelah bahkan sempat membuatnya ingin berhenti kuliah.

Namun, dukungan orang tua membuat Diljah bertahan. Ia tetap melanjutkan pendidikan dan tidak meninggalkan kebiasaannya membuat konten.

Setiap malam setelah pulang kerja, Diljah menyempatkan diri untuk membuat video. Awalnya, ia tidak punya target menjadi terkenal. Ia hanya ingin menyalurkan ide yang ada di pikirannya.

Namun, perjuangan itu tidak langsung menghasilkan uang. Selama sekitar satu hingga dua tahun, Diljah tetap membuat konten meski belum mendapatkan penghasilan berarti.

“Saya pernah menangis karena merasa sudah rajin membuat konten, tetapi hasilnya belum ada. Namun saya tetap melanjutkannya karena saya percaya satu hal, yaitu hasil tidak akan mengkhianati usaha,” ujarnya.

Kesempatan pertama akhirnya datang saat Diljah mendapat kerja sama dari sebuah brand parfum. Meski nilainya belum besar, pengalaman itu menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya.

Setelah itu, tawaran endorse berbayar mulai berdatangan. Nilainya saat itu berkisar Rp100.000 hingga Rp200.000, salah satunya dari produk minyak rambut.

Dari titik tersebut, Diljah mulai lebih serius mengembangkan konten. Ia memperbaiki alur cerita, meningkatkan kualitas produksi, dan menjaga konsistensi unggahan.

Meski sudah aktif di YouTube sejak 2017, Diljah baru mulai serius mengembangkan TikTok sekitar 2021 hingga 2022. Konten drama komedi bertema sekolah yang ia buat mulai menarik perhatian publik pada 2023.

Karakter-karakter yang dekat dengan kehidupan pelajar Indonesia menjadi ciri khas kontennya. Cerita tentang sekolah, teman sekelas, hingga konflik sederhana anak muda membuat kontennya terasa akrab bagi penonton.

Kini, akun TikTok @diljah_go telah memiliki lebih dari 2,2 juta pengikut dan lebih dari 29,5 juta tanda suka. Sementara kanal YouTube @Diljah_ memiliki lebih dari 1,37 juta subscriber.

Sejumlah video Diljah juga meraih penayangan besar, mulai dari 10 juta hingga lebih dari 20 juta kali ditonton. Atas pencapaiannya di YouTube, ia menerima Silver Play Button dan Gold Play Button.

Popularitas itu juga membuat Diljah dipercaya berbagai brand untuk menjalankan kampanye promosi. Kolaborasi yang ia jalankan mencakup kategori game, aplikasi digital, makanan dan minuman, e-commerce, hingga berbagai produk dan layanan lainnya.

Bagi Diljah, kerja sama dengan brand bukan hanya soal promosi. Ia melihatnya sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijaga melalui konten yang kreatif dan relevan dengan penonton.

Kini, membuat konten telah menjadi bagian penting dalam hidup Diljah. Bukan lagi sekadar hobi, aktivitas tersebut menjadi ruang untuk menuangkan ide, kreativitas, dan pengalaman sehari-hari.

Diljah mengatakan inspirasi kontennya banyak berasal dari kehidupan sekitar. Mulai dari pengalaman pribadi, cerita sekolah, fenomena sosial, hingga hal-hal sederhana yang dekat dengan masyarakat.

Untuk kreator pemula, Diljah berpesan agar tidak takut memulai. Menurutnya, tantangan terbesar dalam membuat konten bukan hanya soal ide, tetapi keberanian untuk terus konsisten.

“Yang paling sulit bukan membuat videonya, tetapi tetap konsisten ketika belum ada hasil. Banyak orang punya ide yang luar biasa, tetapi tidak semua berani mengeksekusinya,” kata Diljah.

Ia juga mengingatkan anak muda agar tidak menunggu terlalu lama untuk mencoba.

“Kalau masih malu di depan kamera, tidak apa-apa. Saya juga pernah ada di posisi itu. Jangan terlalu banyak menunggu. Mulailah sekarang, karena tidak ada kata terlambat untuk mencoba,” ujarnya.



Profil Singkat Diljah Go

Nama: M. Mulyadi
Nama Panggung: Diljah Go atau Diljah
Tempat Lahir: Bogor, Jawa Barat
Tanggal Lahir: 30 Januari 2002
Profesi: Kreator Konten Digital

Akun Resmi:
TikTok: Diljah Go 
YouTube: Diljah Go 

Pencapaian:

* Lebih dari 2,2 juta pengikut di TikTok
* Lebih dari 29,5 juta total suka di TikTok
* Lebih dari 1,37 juta subscriber di YouTube
* Menerima Silver Play Button dan Gold Play Button dari YouTube
* Sejumlah video meraih 10 juta hingga lebih dari 20 juta penayangan
* Berkolaborasi dengan berbagai brand dari kategori game, aplikasi, makanan dan minuman, e-commerce, serta produk lainnya

Versi ini lebih cocok untuk rubrik profil tokoh muda atau kisah inspiratif kreator digital.