Notification

×

Iklan

Iklan

Momen Hardiknas Ke-118: SMA Negeri 8 Jakarta Apresiasi Prestasi Ajeng Salma Layla Amira

Senin, 04 Mei 2026 | 12.24 WIB Last Updated 2026-05-04T06:00:13Z

 

Ajeng Salma Layla Amira

Aktualita.co - Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-118, pada Senin (4/5/2026). SMA Negeri 8 (Smandel) Jakarta menyelenggarakan upacara khidmat yang dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada murid-murid berprestasi. Salah satu penerima penghargaan simbolis adalah Ajeng Salma Layla Amira, siswi kelas X-I di bawah perwalian guru Haryono, S.Pd. Penghargaan ini diberikan kepada pemilik 4 hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) itu atas pencapaiannya dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2025 yang berlangsung di Denpasar, Bali, November silam. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 956 tim dari 27 negara, termasuk Amerika Serikat, Iran, Taiwan, China, dan Meksiko, Ajeng Salma Layla Amira berhasil meraih medali perak.

Prestasi tersebut diraih melalui makalah penelitian berjudul "Implementing IOT in Business Processes to preserve the intangible cultural heritage of salted eggs (IOTEGG)". Inovasi ini juga menjadi salah satu bahasan utama dalam buku terbarunya yang berjudul Innovation in Motion: From Ideas to Impact (ISBN 978-634-218-393-9). Menariknya, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mengategorikan buku ini ke dalam kode DDC 608 (Invensi dan Paten), sebuah klasifikasi teknis ketat yang diperuntukkan bagi karya yang memuat deskripsi penemuan baru dan hak kekayaan intelektual.

Konsep IOTEGG merupakan terobosan teknologi yang menjembatani tradisi telur asin Brebes sebagai warisan budaya takbenda dengan teknologi Internet of Things (IoT). Melalui penggunaan sensor canggih dan pertukaran data otomatis, IOTEGG mentransformasi proses pembuatan telur asin yang sebelumnya bersifat intuitif menjadi data digital yang terukur. 
Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai komersial, tetapi juga menjadi strategi konservasi agar pengetahuan tradisional tersebut tetap relevan dan terdokumentasi bagi generasi mendatang.

Ajeng Salma Layla Amira, yang juga merupakan alumni program Bina Talenta Indonesia Puspresnas 2025, menyusun kerangka kerja IOTEGG secara komprehensif, mencakup:
•    Produksi & Distribusi. Integrasi teknologi sejak pengadaan bahan baku hingga pemasaran.
•    Analisis Konsumen. Penggunaan chip Radio Frequency Identification (RFID) pada rak pintar (smart shelves) untuk memahami perilaku pelanggan.
•    Pemasaran Strategis. Pemanfaatan smart vending machine terintegrasi QRIS yang dapat ditempatkan di lokasi strategis seperti rest area jalan tol.

Pada akhirnya, penerapan IOTEGG membuktikan bahwa inovasi ini krusial bagi ketahanan ekonomi kerakyatan guna memastikan telur asin Brebes tidak hanya bertahan sebagai simbol budaya, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk global di era digital.