Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah dia! Icchhramsyah Rachman Taruna Teknik Mesin Kapal Yang Menembus Dunia Pelayaran Profesional

Jumat, 06 Maret 2026 | 19.15 WIB Last Updated 2026-03-06T12:15:37Z

 


 Aktualita.co  - Langkah menuju dunia pelayaran tidak selalu lahir dari keluarga pelaut atau lingkungan maritim yang mapan. Banyak perjalanan besar justru tumbuh dari ruang sederhana serta kehidupan yang penuh keterbatasan. Kisah tersebut tercermin dalam perjalanan Icchhramsyah Rachman, seorang taruna akademi pelayaran yang tengah menapaki jalan menuju profesi teknisi mesin kapal. Tekad kuat serta kesungguhan menjalani pendidikan menjadi bekal utama bagi pemuda yang berasal dari keluarga petani tersebut. Semangat memperbaiki masa depan keluarga serta keinginan menembus dunia profesional maritim membentuk perjalanan hidup yang penuh ketekunan.

Icchhramsyah Rachman merupakan seorang taruna pelayaran kelahiran Labuhan Batu, Sumatera Utara, pada tanggal 25 Juli 2004. Sosok Icchhramsyah Rachman dikenal sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan pada Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Kota Medan, sebuah institusi pendidikan pelayaran yang berfokus mencetak sumber daya manusia sektor maritim Indonesia. Bidang pendidikan yang ia jalani berpusat pada Marine Engineer atau teknik mesin kapal, salah satu jurusan yang memiliki peran vital dalam sistem operasional kapal laut. Seorang marine engineer bertanggung jawab terhadap pengelolaan mesin utama kapal, sistem bahan bakar, sistem pendingin, generator listrik kapal, hingga berbagai perangkat mekanis yang menjaga kapal tetap beroperasi secara aman selama pelayaran. Pilihan Icchhramsyah terhadap bidang teknik mesin kapal lahir dari ketertarikan terhadap dunia teknologi mekanik serta tantangan besar yang hadir dalam kehidupan pelaut. Proses pendidikan yang ia jalani tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga ketahanan fisik, disiplin tinggi, serta kemampuan menghadapi situasi kerja yang kompleks. Nama Icchhramsyah Rachman kemudian mulai dikenal dalam lingkungan pendidikan maritim sebagai taruna yang menaruh perhatian serius terhadap bidang teknik mesin kapal serta dunia pelayaran profesional.



Latar belakang kehidupan Icchhramsyah Rachman menggambarkan perjalanan yang tidak mudah. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian. Ayahnya, Ngatimun, menjalani kehidupan sebagai seorang petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil ladang. Sang ibu, Ernawati, menjadi sosok yang memberikan dorongan moral serta semangat agar anak-anaknya terus melanjutkan pendidikan. Kehidupan keluarga yang sederhana tidak pernah mengurangi tekad Icchhramsyah untuk meraih masa depan yang lebih baik. Lingkungan keluarga tersebut justru melahirkan nilai kerja keras serta kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai jalan perubahan hidup.

Keluarga Icchhramsyah Rachman juga menunjukkan perjalanan pendidikan yang membanggakan. Anak pertama keluarga tersebut berhasil menempuh pendidikan kedokteran dan kini menjalankan tugas sebagai dokter pada lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Kakak perempuan urutan kedua berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana sosial. Sementara adik bungsu masih menjalani masa pendidikan. Lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan tersebut memberi pengaruh kuat terhadap perjalanan Icchhramsyah dalam menentukan masa depan.
Perjalanan pendidikan pelayaran kemudian membuka peluang penting bagi Icchhramsyah Rachman untuk merasakan pengalaman profesional secara langsung. Salah satu capaian yang ia syukuri yaitu keberhasilan memperoleh kesempatan menjalani Praktek Laut atau Prala pada kapal tanker yang menjalani kontrak carter bersama Pertamina. Pengalaman tersebut memiliki nilai strategis bagi seorang taruna pelayaran. Kapal tanker merupakan jenis kapal dengan standar operasional tinggi serta sistem keselamatan yang ketat. Kesempatan tersebut memberi gambaran nyata mengenai kehidupan pelaut profesional, terutama pada ruang mesin kapal yang menjadi pusat kendali berbagai sistem mekanis kapal.



Pengalaman organisasi turut membentuk karakter kepemimpinan Icchhramsyah Rachman selama masa pendidikan. Ia pernah aktif dalam organisasi Pedang Pora yang dikenal sebagai bagian dari tradisi kehormatan dalam lingkungan pendidikan pelayaran. Peran sebagai komandan pleton memberi tanggung jawab untuk memimpin rekan sesama taruna, menjaga disiplin barisan, serta membangun koordinasi dalam setiap kegiatan organisasi. Kepemimpinan tersebut membentuk kemampuan komunikasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab yang menjadi modal penting dalam dunia pelayaran profesional.

Perjalanan hidup Icchhramsyah Rachman memperlihatkan bagaimana tekad dapat tumbuh dari kehidupan yang sederhana. Latar belakang sebagai anak petani tidak menjadi penghalang untuk menembus dunia pendidikan maritim yang penuh tantangan. Pengalaman hidup tersebut justru menumbuhkan kesadaran kuat mengenai pentingnya kerja keras serta ketekunan dalam meraih cita-cita. Masa depan yang ia bangun tidak hanya berkaitan dengan karier pribadi sebagai teknisi mesin kapal. Harapan besar juga terletak pada keinginan memberi kontribusi bagi sektor maritim Indonesia yang terus berkembang. Dunia pelayaran membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan teknis, kedisiplinan tinggi, serta integritas profesional.



Kisah perjalanan Icchhramsyah Rachman memperlihatkan bahwa mimpi besar dapat lahir dari lingkungan yang sederhana. Perjalanan yang ia tempuh menjadi gambaran bagaimana pendidikan maritim membuka jalan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam sektor pelayaran nasional. Langkah yang ia jalani masih panjang, namun arah perjalanan tersebut telah menunjukkan semangat seorang taruna yang bersiap menghadapi masa depan di dunia laut.