Sejarah Hari Komik dan Animasi Nasional 12 Februari dan Kontroversinya -->

Iklan Semua Halaman

Sejarah Hari Komik dan Animasi Nasional 12 Februari dan Kontroversinya

Jumat, 11 Februari 2022



AKTUALITA.CO - Sejarah Hari Komik dan Animasi Nasional dimulai pada pagelaran Pekan Komik dan Animasi Nasional (PKAN) yang berlangsung pada 6-12 Februari 1998. Acara PKAN ini  diadakan oleh Depdiknas di Galeri Nasional Jakarta.  Perlu diketahui, pemerintah secara rutin mengadakan PKAN.


Acara PKAN bertujuan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang komik Indonesia yang pernah berjaya dan membangkitkan industri komik dan animasi di Indonesia.  Dirjen Kebudayaan Depdiknas saat itu, Edi Sedyawati serta beberapa komikus dan animator senior mengusulkan agar komik dan animasi lokal punya momen yang bisa diperingati setiap tahun. Akhirnya, di hari terakhir Pekan Komik dan Animasi Nasional diresmikanlah tanggal 12 Februari sebagai perayaan insan komik dan animasi Tanah Air.


Beberapa pihak sempat mempermasalahkan penggunaan 12 Februari sebagai  Hari Komik dan Animasi. Salah satunya Beng Rahadian, pendiri Akademi Samali. Menurutnya, tanggal 12 Februari dicanangkan tidak dalam konteks sejarah komik Tanah Air yang monumental. Dia mencontohkan momentum tersebut, misalnya tanggal terbitnya komik strip pertama berjudul 'Put On' atau RA Kosasih yang dianggap sebagai Bapak Komik Indonesia.


Sejarah Penting Komik Indonesia


1931 : surat kabar Sin Po memuat cerita seri tokoh Put On karya Kho Wang Gie. Komik strip ini dianggap sebagai komik pertama di media cetak Indonesia.  Put On menginspirasi banyak komik strip lainnya sejak tahun 30an sampai 60-an seperti pada Majalah Star(1939-1942) yang kemudian bertukar menjadi Star Weekly. Sementara itu di Solo, Nasroen A.S. membuahkan karya komik stripnya yang berjudul Mentjcari Poetri Hidjaoe melalui mingguan Ratu Timur.


Akhir tahun 1940-an : Sekitar akhir tahun 1940an, banyak komik-komik dari Amerika yang disisipkan sebagai suplemen  mingguan suratkabar. Diantaranya adalah komik seperti Tarzan, Rip Kirby, Phantom and Johnny Hazard. Kemudian penerbit seperti Gapura dan Keng po  dari Jakarta, dan Perfects dari Malang, mengumpulkannya menjadi sebuah buku komik.


1950-an : Pemberontakan Pangeran Diponegoro Karya Abdulsalam di harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta. Salah satunya berjudul “Kisah Pendudukan Jogja”, bercerita tentang agresi militer  Belanda ke atas kota Yogyakarta. Komik ini kemudian dibukukan oleh harian “Pikiran Rakyat” dari Bandung. Sebagian pengamat komik berpendapat bahwa inilah buku komik pertama-tama oleh artis komik Indonesia.


1950an : Lahir beragam komik Indonesia yang terinpirasi superhero Amerika Serika misalnya Sri Asih (1954), Gundala (1969), Godam (1969), Siti Gahara, Puteri Bintang, Garuda Putih and Kapten Comet.


Momentum Penting Animasi Indonesia


Adapun animasi pertama Indonesia yang tercacat adalah Si Doel Memilih yang tayang tahun 1955. Animasi ini dibuat oleh seorang seniman bernama Dukut Hendronoto (pak Ook) yang dikirim Presiden Soekarno untuk belajar di Walt Disney. Sekadar informasi, sejak tahun 1933 di Indonesia banyak koran lokal yang memuat iklan Walt Disney.

 

1970 : Studio animasi pertama di Indonesia Anima Indah berdiri. Pak Raden atau Suryadi merupakan sutradara film animasi yang cukup produktif.


1970 : TVRI sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia mulai memutar film animasi dari luar kemudian diciptakan animasi pertama Indonesia dengan judul Si Huma produksi PPFN ( Pusat Produksi Film Nasional ).