Anak SD di China dan Singapura Mulai Belajar Coding atau Bahasa Pemrograman

Iklan Semua Halaman

Anak SD di China dan Singapura Mulai Belajar Coding atau Bahasa Pemrograman

Jumat, 13 Desember 2019

Aktualita.co - Anak-anak di China dan Singapura sudah mulai belajar coding atau bahasa pemrograman bahkan sebelum masuk sekolah dasar.

Seperti dilaporkan kantor berita DW.com disebutkan jika trend ini dipicu oleh kepercayaan di kalangan orang tua bahwa keterampilan menguasai bahasa pemrograman komputer akan sangat penting bagi remaja di Cina mengingat dorongan pemerintah akan penguasaan teknologi.

DW.com melaporkan jika Cina melakukan investasi besar-besaran di bidang robotik dan kecerdasan buatan.

Tahun 2017 pemerintah Cina mengeluarkan rencana pengembangan kecerdasan buatan yang menyarankan agar kursus pemrograman diajarkan di sekolah dasar dan menengah. Tahun lalu, Cina pun menerbitkan buku teks pertamanya tentang kecerdasan buatan, sementara Provinsi Zhejiang mendaftarkan pemrograman sebagai salah satu subjek ujian untuk masuk perguruan tinggi.

Di Cina, nilai pasar pendidikan pemrograman untuk anak-anak mencapai 7,5 miliar yuan (nyaris senilai Rp 15 triliun) pada tahun 2017. Nilai ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 37,7 miliar yuan (sekitar Rp 75 triliun) pada tahun 2020, menurut Analysys, sebuah perusahaan analisis internet di Cina.

"Pendidikan pemrograman di sekolah umum di Cina dimulai sangat terlambat (dibandingkan dengan negara-negara maju), jadi kursus seusai jam sekolah kami menebus kekurangan ini," kata Pan Gongbo, manajer umum pusat pendidikan coding Tongcheng Tongmei yang berbasis di Beijing seperti dilansir DW.com. Siswa termuda di sekolah itu masih berusia tiga tahun.

Untuk anak berusia di bawah enam tahun, agensi ini menawarkan program khusus yang mencakup kegiatan seperti pembangunan Lego, yang juga menggunakan pengetahuan dan keterampilan coding. Menurut Pan, anak-anak di usia enam atau tujuh tahun sepenuhnya mampu belajar coding dalam perkembangan kognitif.

Singapura Mewajibkan Anak Belajar Coding

Sementara itu, Pemerintah di Singapura berencana mewajibkan murid level sekolah dasar untuk belajar coding mulai 2020 mendatang. Hal ini dicanangkan oleh S. Iswaran, Menteri Komunikasi dan Informasi setempat.

Program itu diberi nama Code for Fun (CFF) dan telah diimplementasikan ke beberapa sekolah. Murid-murid kelas 4 hingga kelas 6 diwajibkan mengambil mata pelajaran coding selama 10 jam, sebelum diberlakukan di seluruh sekolah dasar pada 2020.

Sebelumnya, CFF telah dikenalkan sejak 2014 sebagai program opsional. Program tersebut telah merambah 93 ribu murid. Akan menjadi program wajib, tentu akan lebih banyak anak di Singapura paham bahasa pemrograman.