Notification

×

Iklan

Iklan

Satrio Bagus Ing Ngalogo, Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Raih Emas dan Skor Tertinggi KMNR 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 14.24 WIB Last Updated 2026-05-12T07:24:05Z

 

Satrio Bagus Ing Ngalogo

 Tangerang, Aktualita.co - Prestasi membanggakan diraih Satrio Bagus Ing Ngalogo, siswa kelas 3 SD asal Bekasi. Satrio sukses meraih medali emas sekaligus predikat top score atau skor tertinggi tingkat kelas 3 dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak acara yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang, Sabtu (26/4/2026). Kompetisi yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) itu diikuti ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan Satrio menuju juara berlangsung ketat. Pada tahap awal Uji Soal MNR, kompetisi diikuti 210.458 siswa. Jumlah peserta kemudian menyusut menjadi 73.104 siswa di babak penyisihan dan 27.672 peserta di semifinal.

Satrio akhirnya berhasil masuk ke babak final bersama 2.211 peserta terbaik lainnya. Di tahap akhir itulah ia mencatatkan skor tertinggi untuk jenjang kelas 3 SD sekaligus membawa pulang medali emas pertamanya di KMNR.

Capaian ini melengkapi prestasi Satrio di tahun-tahun sebelumnya. Saat duduk di kelas 2 SD, ia meraih medali perak, sedangkan ketika kelas 1 SD memperoleh Merit Award.

Usai menerima penghargaan, Satrio mengaku senang bisa menyelesaikan soal-soal final yang menurutnya menantang.

Satrio Bagus Ing Ngalogo


"Soal-soalnya seru dan menantang, tapi aku senang bisa menyelesaikannya sampai selesai," ujar Satrio.

Keluarga turut mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Mereka menilai keberhasilan Satrio merupakan hasil dari proses belajar yang konsisten serta pendampingan yang terus dilakukan.

"Ini pertama kalinya dapat emas di KMNR. Keberhasilan anak tidak datang instan, tetapi melalui proses panjang berupa bimbingan, latihan, dan pendampingan berkelanjutan," ujar pihak keluarga.

Penyelenggara KMNR menyebut kompetisi ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan matematika siswa sejak dini tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Sistem pendaftaran dalam ajang tersebut juga menerapkan konsep biaya seikhlasnya agar lebih banyak siswa bisa berpartisipasi.