Wonogiri, Aktualita.co – Musisi Ronald Dewa nampaknya belum puas "menyiksa" perasaan para pendengarnya. Setelah sukses besar dengan empat single galau yang menembus angka 3 hingga 5 juta streams di Spotify—seperti "Meski Perih", "Tak Pernah Kau Tahu", dan "Selamat Tinggal Cinta"—ia kini kembali merilis amunisi baru bertajuk "Yang Terlambat".
Di bawah naungan PT. Irama Musik Production, lagu ini hadir sebagai bentuk "penebusan dosa" sang musisi kepada para penggemar setianya yang merindukan narasi kesedihan tingkat tinggi. Ronald Dewa, yang juga bertindak sebagai komposer dengan nama lengkap Ronald Dewa Hutomo Putro, kembali membuktikan ketajamannya dalam merangkai kata-kata yang menusuk sanubari.
Bedah Makna: Ironi Sang Penyakiti yang Kini Tersakiti
Jika lagu-lagu sebelumnya banyak berkutat pada rasa perih karena dikhianati, "Yang Terlambat" menawarkan perspektif yang lebih dewasa dan ironis.
Analisis Lagu:
Lagu ini merupakan monolog pahit tentang hukum karma. Ronald menggambarkan sosok pria yang di masa lalu begitu sombong dengan kekerasan hatinya, sering menyakiti, dan menganggap remeh cinta yang datang. Namun, ketika ia akhirnya menemukan sosok "cahaya" yang ia cintai, ia justru harus kehilangan semuanya karena kesalahannya sendiri.
Pesan moralnya sangat dalam: Penyesalan adalah beban terberat yang tidak bisa ditukar dengan waktu. Metafora "ombak" dan "malam" dalam lagu ini mempertegas kondisi seseorang yang sedang diadili oleh masa lalunya sendiri.
Lirik Resmi: "Yang Terlambat"
Artis: Ronald Dewa
Ciptaan: Ronald Dewa Hutomo Putro
Di pinggir pantai aku sendiri
Ditemani malam yang tak peduli
Ombak datang lalu pergi
Seperti semua yang meninggalkan aku ini
Jejak kaki hilang di pasir
Seperti aku yang makin tersisih
Dulu hati keras bagai batu
Sekarang retak tak bersisa waktu
Aku bukan lelaki suci
Banyak hati yang pernah aku sakiti
[Chorus]
Biarlah ombak tahu dosaku
Yang pernah sia-siakan kamu
Biarlah malam peluk aku
Yang terlambat sadar akan kamu
Dulu aku yang meninggalkan
Sekarang aku yang ditinggalkan
Karma datang tanpa alasan
Dan aku tak mampu melawan
Langit gelap penuh cerita
Tentang aku yang banyak salah
Kau datang bawa cahaya
Aku malah padamkan semua
Aku bukan lelaki suci
Banyak hati yang pernah aku sakiti
[Chorus]
Biarlah ombak tahu dosaku
Yang pernah sia-siakan kamu
Biarlah malam peluk aku
Yang terlambat sadar akan kamu
Dulu aku yang meninggalkan
Sekarang aku yang ditinggalkan
Karma datang tanpa alasan
Dan aku tak mampu melawan
Target Market dan Kesimpulan
Melihat konsistensi Ronald Dewa dalam memproduksi lagu "nangis brutal", "Yang Terlambat" diprediksi akan menjadi lagu kebangsaan baru bagi mereka yang sedang terjebak dalam fase self-regret.
Dengan dukungan penuh dari PT. Irama Musik Production, lagu ini sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital. Bersiaplah untuk tenggelam dalam penyesalan yang syahdu lewat vokal khas Ronald Dewa yang selalu berhasil "menjual" kesedihan menjadi karya seni yang indah.
Penulis : Ali Mahfudh
