Mengenal Siapa Reynhard Sinaga Pelajar Indonesia yang Diadili di Manchester Inggris

Iklan Semua Halaman

Mengenal Siapa Reynhard Sinaga Pelajar Indonesia yang Diadili di Manchester Inggris

Selasa, 07 Januari 2020

Aktualita.co Nama Reynhard Sinaga (36 tahun) mendapatkan perhatian luas dari media Indonesia dan juga media luar negeri. Bukan karena prestasinya, tetapi karena ia mendapat vonis seumur hidup atas perkosaan terhadap 48 pria.

Tak banyak orang yang mengenal Reynhard Sinaga sebelumnya. Profil Reynhard Sinaga pun tidak banyak ditemukan.

Lalu siapa sebenarnya Reynhard Sinaga? Lalu bagaimana ia bisa ada di Manchester Inggris?

Profil Singkat Reynhard Sinaga

Reynhard Sinaga lahir di Jambi pada tanggal 19 februari 1983. Walau demikian, di Indonesia ia tinggal di Depok Jawa Barat.

Ayahnya adalah seorang bankir. Dikutip dari the Guardian, selama 10 tahun tinggal di Manchester, dia hidup dari uang kiriman ayahnya.

Selain membayar puluhan ribu pound sterling untuk biaya sekolah, sang ayah juga membiayai flat Reynhard di Montana House, tak jauh dari kelab malam Factory, tempat favoritnya untuk mencari pria.

Ia pertama kali berada di Inggris menggunakan visa pelajar pada tahun 2007 silam. Sebelumnya, Reynhard lulus S1 dari Universitas Indonesia jurusan Arsitektur di tahun yang sama.

Di Inggris, ia berhasil menyandang dua gelar dalam bidang sosiologi perencenaan dari Universitas Redbrick Manchester.

Menurut Associated Press, tesis Rey berjudul "Seksualitas dan transnasionalisme sehari-hari. Laki-laki gay dan biseksual Asia Selatan di Manchester."

Selepas itu, Reynhard melanjutkan pendidikan doktoralnya atau PhD di Universitas Leeds dan kemudian diskors.

Rey juga pernah mereview sebuah buku yang membahas bagaimana gay yang berasal dari luar negeri dapat masuk ke dalam komunitas gay.

Mendapatkan Hukuman

Serangan Reynhard baru terungkap pada tahun 2017 setelah korban berusia 18 tahun bangun sekitar pukul 6 pagi ketika tengah diserang. Korban berhasil melawan Reynhard, dan yang terpenting, berhasil mengambil telepon putih Reynhard sebelum meninggalkan apartemen itu.

Dia lalu pergi melapor ke polisi. Polisi akhirnya menemukan 3,29 terabyte konten grafis di telepon genggam Reynhard--setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto. Di beberapa kasus, serangan itu terjadi berjam-jam dengan satu serangan khusus berlangsung 8 jam. Namun tidak dijelaskan apakah file sebesar itu disimpan di layanan komputasi awan atau seperti apa.

Reynhard dinyatakan bersalah atas 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban dalam rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

"Reynhard Sinaga adalah pemerkosa yang paling produktif dalam sejarah hukum Inggris," kata Jaksa penuntut Ian Rushton seperti dilansir AFP.