Kecanggihan Drone Intai Buatan Indonesia Bisa Terbang 30 Jam Non Stop

Iklan Semua Halaman

Kecanggihan Drone Intai Buatan Indonesia Bisa Terbang 30 Jam Non Stop

Jumat, 03 Januari 2020

Aktualita.co - Satu lagi pesawat terbaru buatan Indonesia. Kali ini Indonesia punya pesawat udara pengintai tanpa awak atau Pesawat Udara Nir Awak yang disingkat PUNA karya anak bangsa.

Pesawat ini diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (Persero).  Pesawat ini dikemabngkan selama 4 tahun oleh PTDI bersama Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) TNI, Ditjen Pothan Kemhan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

mulai diinisiasi pada tahun 2015. Kemudian masuk tahap produksi dan mulai diuji pada tahun 2016. Masuk ke tahun 2017 dilakukan pembuatan engineering document and drawing. Kemudian di 2018 dilanjutkan di BPPT.

Tahun 2019 dimulai tahap manufacturing yang diawali oleh proses design structure, perhitungan finite element method, pembuatan gambar 3D, dan detail drawing 2D. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan tooling, molding, cetakan dan selanjutnya fabrikasi dengan proses pre-preg dengan autoclave.

Rencananya di tahun 2020 ini, Indonesia akan memproduksi dua unit prototype dari PUNA MALE tersebut. Prototype digunakan untuk  uji terbang dan uji kekuatan struktur di BPPT.

Selain itu, PTDI juga akan menyertakan sistem pengendali atau Flight Control System (FCS) produksi Spanyol. Sistem kendali itu akan diintegrasikan dengan prototype PUNA MALE yang sudah ada saat ini.

Diharapkan di tahun 2021 PUNA MALE dapat memperoleh sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan (IMAA). Lebih lanjut, targetnya di tahun 2023 pesawat tersebut dapat memperoleh mendapatkan sertifikasi tipe produk militer.

Kecanggihan PUNA Buatan PT DI


Diantaranya kelebihannya Pesawat jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) tersebut mampu terbang terus menerus selama 30 jam.

PUNA MALE memiliki panjang 8,65 meter, bentang sayap 16 meter, tinggi 2,6 meter, bobot 1.300 kilogram. PUNA MALE ditargetkan mampu mengangkut beban maksimal 300 kilogram

PUNA ini mampu beroperasi dengan radius hingga 250 km. Selain itu, PUNA MALE ini memiliki ketinggian jelajah rata-rata 3.000-5.000 meter dengan maksimal jelajah di 7.200 meter.

Kecepatan jelajah maksimal 250 km/jam, kemampuan take off dengan panjang landasan 700 meter dan bisa landing dengan landasan 500 meter.

Drone  dirancang bisa mengangkut roket. Rencananya PUNA MALE akan di integrasikan dengan roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket) kaliber 70 milimeter produksi PT Dirgantara Indonesia.

PUNA akan menjadi pengawas udara di kawasan perbatasan untuk mencegah terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam (SDA) seperti illegal logging dan illegal fishing.
 
Walau masih berupa protype, jika telah beroperasi drone buatan anak bangsa ini akan diberi nama Black Eagle. Drone ini akan melengkap drone lainnya milik Indonesia yaitu Wulung dan Alap-alap.