Sinopsis The Santri dan Alasan Penolakannya

Iklan Semua Halaman

Sinopsis The Santri dan Alasan Penolakannya

Senin, 16 September 2019

Aktualita.co - Film bertema kehidupan santri akan segera dirilis. Film tersebut merupakan karya Livi Zheng yang juga menjadi sutradara film Bali Beats of Paradise.

The Santri adalah buah kerjasama Livi Zheng dan Nahdlatul Ulama melalui NU Channel. Karena itu di film The Santri, Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siradj menjadi executive produser.

Sinopsis The Santri



The Santri adalah film drama action besutan Livi Zheng bersama adiknya Ken Zheng. Film ini mengisahkan tentang perjalanan beberapa santri saat mereka merantau ke Amerika Serikat.

Film yang diperankan oleh Gus Azmi, Veve Zulfikar, serta Wirda Mansur ini mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Indonesia dan Amerika. Di Indonesia menggunakan lokasi Pondok Mambaus Sholihin, Candi Penataran serta Hutan Maliran.

“The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang- bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan,” ungkap Imam Pituduh dari NU Channel seperti dikutip melalui NU Online.

Ketua Umum NU Said Aqil Siroj saat perilisan trailer The Santri di gedung PB NU, Jakarta mengharapkan agar film ini mampu menjadi penggambaran Islam yang menghargai keberagaman. Nilai-nilai toleransi, perdamaian, kemanusiaan, dan kerjasama global juga diharapkan dapat disampaikan dengan baik melau The Santri secara internasional.

Ditolak Front Santri Indonesia


Belum sempat tayang, dan baru merilis trailer The Santri sudah mendapat penolakan. Salah satu yang menolak adalah Front Santri Indonesia (FSI) seperti dilansir CNN Indonesia.

"Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," tutur Hanif Alathas.

Tak hanya itu, pesan agar tidak menonton The Santri sudah berseliweran di sosial media termasuk broadcast Whatsapp yang intinya menyebut jika The Santri menyesatkan akidah.