Permen White Rabbit Jadi Perdebatan Halal atau Tidak di Malaysia

Iklan Semua Halaman

Permen White Rabbit Jadi Perdebatan Halal atau Tidak di Malaysia

Senin, 09 September 2019

Aktualita.co - Permen White Rabbit atau biasa disebut Da Bai Du bisa jadi disebut sebagai permen terlaris di seluruh dunia. Permen ini telah diimpor ke puluhan negara dan bertahan hingga lebih dari 6 dasawarsa.

Tetapi baru-baru ini publik Malaysia mempertanyakan faktor kehalalan permen ini menyusul keputusan Brunei yang mengeluarkan putusan jika produk ini non halal.

Lembaga Jabatan Kemajuan Islam (Jakim) belum menerima permohonan sertifikasi halal permen susu ini.  Dilansir Bernama, Perwakilan Kementerian Malaysia, Fuziah Salleh, mendesak pihak importir, mengurus sertifikasi halal, sehingga membuat masyarakat tidak resah terkait status permen tersebut.

"Bagaimanapun, saya akan minta Jakim untuk menguji permen itu di laboratorium, untuk memastikan statusnya, karena publik mempertanyakan status permen itu di media sosial,,"

"Saya melihat isu ini membuat umat Islam dalam keadaan dilematis dan tidak pasti," kata Fuziah.

Sementara itu, media mynewshub.tv menghubungi nomor yang tertera di bungkus White Rabit Creamy Candy yang ada di Malaysia.

Wakil mereka menginformasikan jika proses pembuatan permen dilakukan di China dan mereka hanya melakukan pengemasan.

Lebih lanjut mereka menginformasikan jika gelatin yang digunakan di permen tersebut diimpor dari Rousselot, sebuah perusahaan  gelatin dan kolagen terbesar di Amerika Serikat. Ia mengatakan jika gelatin tersebut dari sapi.

"Seperti yang dibincangkan di atas, walaupun tidak menggunakan babi namun ia bukan seratus peratus jaminan halal kepada makanan tersebut kerana proses penyembelihan yang diragui. Apa-apapun, pengguna lebih bijak menilai dan membuat keputusan, kan?" tulis Mynewshub

Indonesia sendiri belum terjadi pembicaraan ramai mengenai kehalalan permen White Rabbit. Kini banyak produsen yang mengolah permen White Rabbit menjadi produk lain seperti milk tea dan juga es krim.

Pengujian Brunei White Rabbit Non Halal

Sebelumnya, Kementerian Agama Brunei telah menyatakan bahwa permen White Rabbit adalah produk non halal, setelah hasil uji mereka menemukan protein khinzir dalam kandungan permen tersebut.


"Kementerian Hal Ehwal Ugama (KHEU) Negara Brunei Darussalam melalui Bahagian Kawalan Makanan Halal (BKMH), Jabatan Hal Ehwal Syariah telah menghantar produk makanan gula-gula Creamy Candy berjenama White Rabbit keluaran Negara China untuk dianalisa kandungan bahan ramuan yang digunakan.

Hasil keputusan penganalisaan makmal yang dibuat oleh Jabatan Perkhidmatan Saintifik, Kementerian Kesihatan telah mendapati bahawa produk tersebut positif mengandungi protein khinzir.
"

Demikian tulis media Pelita Brunei yang diterbitkan oleh Jabatan Penerangan Brunei.

Sempat ditarik tahun 2008

Sebelumnya, pada September 2008 lalu, permen White Rabbit ditarik dari pasaran karena permen tersebut diketahui mengandung melamin.

Selama tiga pekan permen susu tersebut telah dihentikan penjualannya di China dan 50 negara lainnya. Kini permen tersebut kembali dijual di China dengan dibubuhi label "bebas melamine".

Sejarah Panjang Permen White Rabbit

Permen susu White Rabbit pertama kali diproduksi di Shanghai pada 1943 silam. Permen tersebut telah menjadi permen kebanggaan China dan terkenal di dunia. Salah satu ciri khas permen ini adalah bungkus bagian dalamnya yang bisa dimakan karena terbuat dari rice paper.


Permen ini dibuat oleh Guan Sheng Yuan Food Group, sebuah perusahaan raksasa asal Shanghai, China.


Seperti dilansir SouthChinaMorning, awalnya permen ini tidak menggunakan gambar White Rabbit. Tetapi menggunakan Mickey Mouse.

Hingga kemudian di tahun 1950an perusahaan di nasionalisasi dan penggunaan citra Barat menjadi sensitif secara politik. Dan barulah gambarnya diganti menggunakan kelinci putih pada tahun 1959.

Permen ini juga pernah dihadiahkan kepada Presiden Nixon saat kunjungan bersejarahnya di tahun 1972 ke China. Tak hanya itu, pada 2013 lalu, Presiden Xi Jinping membagikan permen ini kepada pejabat dan anak anak saat kunjungannya ke Mongolia.