Quote dan Nasehat Mbah Maimun yang Tak Terlupakan

Iklan Semua Halaman

Quote dan Nasehat Mbah Maimun yang Tak Terlupakan

Rabu, 07 Agustus 2019
Aktualita.co - KH Maemun Zubair yang akrab disapa Mbah Maimun atau Mbah Moen telah meninggalkan kita semua. KH Maimun Zubair akrab disapa Mbah Moen, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini wafat dan menghembuskan nafas terakhirnya di Tanah Suci Makkah, dalam usia 90 tahun, ketika sedang menunaikan Ibadah Haji.

Semasa hidupnya, ulama Kharismatik yang lahir pada 28 Oktober 1928 ini meninggalkan banyak pesan-pesan kehidupan yang insyallah akan berguna untuk kita yang ditinggalkannya.

Dan inilah beberapa quote KH Maemun Zubair yang masih banyak diingat orang-orang

Niat Menyampaikan Ilmu dan Mendidik

Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang.

Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.

Rekreasi yang paling Indah adalah Mengajar

Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik. Dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya. Namun hadirkanlah gambaran bahwa diantaranya satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga.

Usaha Dari Hasil Keringatmu itu Barokah

Nak, kamu kalau jadi guru, dosen atau jadi kiyai kamu harus tetap usaha. Kamu punya usaha sampingan biar hati kamu nggak selalu mengharap pemberian ataupun bayaran orang lain, karena usaha yang dari hasil keringatmu sendiri itu barokah.

Orang Pintar dan Orang Benar

"Ora kabeh wong pinter kuwi bener” (Tidak semua orang pintar itu benar).
Ora kabeh wong bener kuwi pinter…” (Tidak semua orang benar itu pintar).
Akeh wong pinter ning ora bener…” (Banyak orang yang pintar tapi tidak benar).
Lan akeh wong bener senajan ora pinter…” (Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar).
Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter…” (Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar).
Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener.” (Ada yang lebih bijak, yaitu jadi orang pintar yang senantiasa berbuat benar).
Minterno wong bener..kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter…” (Memintarkan orang yang benar .. itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar).
Mbenerake wong pinter kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho.”(Membenarkan (membuat benar) orang yang pintar itu membutuhkan beningnya hati, dan lapangnya dada).