3 Cara Bisnis Impor Mainan Anak

Iklan Semua Halaman

3 Cara Bisnis Impor Mainan Anak

Rabu, 14 Agustus 2019
Aktualita.com - Bisnis mainan anak banyak dipilih orang karena bisnis ini berbeda dengan bisnis makanan yang mengenal istilah basi. Walau demikian, bisnis mainan anak bukan tanpa resiko. Resiko paling jelas adalah mainan yang rusak saat pengiriman. Hampir semua supplier tidak mengenal istilah garansi atau retur produk yang rusak.

Resiko kedua yang muncul adalah mainan anak yang cenderung mengikuti trend. Sebenarnya, resiko ini masih bisa kita tekan dengan menjual obral mainan yang sudah terlalu lama tidak terjual. Itulah mengapa, dalam bisnis mainan anak kita harus bisa melihat trend secepat mungkin sebelum trend tersebut berlalu.

Untuk melihat trend dalam bisnis mainan anak kita bisa melihat film anak atau film kartun yang sedang tayang di televisi. Biasanya mainannya juga akan ikut menjadi trend. Kita juga bisa melihat trend dari video-video youtuber anak yang mereview mainan.

Jika punya dana lebih, kita juga bisa memanfaatkan youtuber anak dengan mengirimkan mereka mainan terbaru untuk mereka review. Cara ini cocok, jika kita mengimpor mainan yang masih belum begitu marak di Indonesia.

Mengapa Harus Impor Mainan Anak?


Dalam bisnis mainan anak, ada dua cara yang bisa kita tempuh. Kita menjadi penjual yang melayani langsung ke konsumen atau kita menjual untuk kebutuhan grosir. Bisa pula divariasikan menjual untuk retail dan grosir.

Untuk Anda yang ingin berbisnis mainan anak tanpa impor, kita bisa membeli mainan dari supplier. Untuk Jakarta beberapa tempat supplier mainan anak bisa di dapatkan di Pasar Asemka, Pasar Gembrong dan juga pasar Senen.

Di pasar Grembrong harganya tidak semurah Pasar Asemka. Pasar Gembrong biasanya banyak mainan anak yang kecil kecil. Sedangkan Asemka untuk mainan yang berukuran besar. Tentu saja harga yang kita dapatkan tergantung dari jumlah pembelian. Kisaran harga grosir biasanya sudah kita dapat jika membeli 6-12 pcs per jenis barang.

Impor Langsung Mainan Anak


Impor langsung mainan anak ada tiga cara yang bisa dilakukan. Cara mana yang paling pas untuk kita tergantung dari modal dan pasar yang kita bidik.

Berikut kami uraikan cara impor mainan anak secara garis besar.

1. Impor Langsung Ke Produsen

Cara ini cocok untuk Anda yang ingin bisnis mainan anak dalam skala besar. Biasanya setiap produsen akan memberi kuantiti minimal berkisar antara 10.000pcs/ produk atau minimal jumlah pembelian tertentu.

Untuk pembelian langsung ke produsen, biasanya kita bisa custom atau bisa memasukkan merek kita. Cara import ini cocok untuk Anda yang ingin berbisnis dalam skala besar atau memasukkan produk mainan ke toko toko besar termasuk departement store.

Jika bisnis mainan anak ini yang ingin kita tempuh, maka kita juga harus siap untuk mengurus SNI karena mainan anak merupakan salah satu produk yang harus memiliki SNI.

Beberapa negara produsen mainan anak yang banyak dilirik dari China, Hongkong, Korea atau Jepang.

Untuk mencari produsen, kita bisa memanfaatkan berbagai pameran mainan anak B2B. Di Indonesia setiap tahun juga ada pameran mainan anak B2B.

2. Beli melalui importir

Untuk Anda yang ingin berbisnis mainan anak langsung impor juga bisa membeli mainan ke importir khusus mainan anak.

Untuk cara ini, minimal pembelian yang harus kita lakukan adalah 1 kardus / 1 jenis mainan. Jumlah tiap kardus tentu saja tergantung besar dan kecilnya ukuran mainan. Jika dirata-rata, sekitar 70-200pcs untuk 1 jenis mainan.

Jika membeli kepada importir, kita bisa membeli produk yang sudah ready di gudang importir atau bisa pula kita membeli dengan sistem PO. setiap PO membutuhkan waktu 1-2 bulan.

3. Impor sendiri melalui marketplace 

Cara yang ketiga ini adalah impor yang membutuhkan dana paling sedikit. Tetapi bedanya, karena kita melakukannya sendiri, maka tentu saja kita harus lebih banyak riset mengenai mainan yang akan kita beli dan tempat beli yang paling murah.

Salah satu tempat membeli mainan tentu saja Alibaba.com. Agar memudahkan pengiriman kita bisa menggunakan jasa forwarder.

Untuk jumlah minimal pembelian biasanya tidak tentu, bahkan kita bisa membeli hanya satuan, tentu saja semakin banyak kuantiti pembelian yang kita lakukan semakin murah harga yang bisa kita dapatkan.