Mengenal Pakaian Adat Sasak yang Dikenakan Jokowi di Pidato Kenegaraan

Iklan Semua Halaman

Mengenal Pakaian Adat Sasak yang Dikenakan Jokowi di Pidato Kenegaraan

Jumat, 16 Agustus 2019
Aktualita.co - Pada sidang kedua Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI yang digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Sasak.

“Tadi banyak yang nanya, saya pakai baju apa? Nunas nurge tiang matur ini pakaian adat Sasak, Nusa Tenggara Barat. Dari Bumi Sasak Berembe kabar, pelungguh de senamean?” kata Presiden Jokowi.

Lalu seperti apakah pakaian adat Sasak ?

Mengutip Apriliasti Siandari, MAKNA SIMBOLIS PAKAIAN ADAT PENGANTIN SUKU SASAK
LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT 
(2013), dijelaskan berbagai macam pakaian adat Sasak.

Pakaian tradisional masyarakat suku sasak menggunakan jenis-jenis, pakaian seperti kelambi pegon, pemenak, jas singkur, jenis-jenis pakaian tradisional tersebut merupakan hasil kerajinan tenun yang menjadi tradisi pekerjaan wanita di daerah suku sasak.

Pakaian tradisional Sasak terdiri dari pakain sehari-hari dan pakaian upacara tertentu.

Untuk Pakaian sehari-hari misalnya :  

a. Selewak
Pakaian adat sehari-hari untuk laki-laki tua. Seorang lelaki tua di rumah/kebun biasanya memakai selewok (kain panjang) yang terbuat dari kain tenunan lokal atau kain ulung cina. Kelengakapannya terdiri dari gegendek sebagai tempat penyimpanan sirih, pinang dan pangkot/peraut.

b. Sinjang
Sinjang merupakan pakaian adat sehari-hari untuk perempuan tua. Perempuan tua biasanya mengenakan kain (sinjang) yang terbuat dari kain batik atau kain ulung dan bebet (sabuk anteng).

c. Sabuk
Sabuk merupakan pakaian adat sehari-hari untuk laki-laki dewasa. Seorang laki-laki dewasa dalam kesehariaannya biasa mengenakan: kain (sabuk) yang terbuat dari kain batik atau kain ulung, baju yang terbuat dari kain putih kasar atau kain hitam hasil tenunan.

d. Bendang
Bendang merupakan pakaian adat sehari-hari untuk kaum perempuan dewasa Seorang perempuan dewasa biasanya mengenakan kain bendang yang dibuat dari kain batik.

e. Selewo
Selewo salah satu sarung yang digunakan oleh anak laki-laki. Penggunaan selewo bisanya digunakan laki-laki dewasa dan lelaki tua.

f. Leleang
Merupakan jenis kain dari hasil tenun, biasa dipakai oleh kaum laki-laki

g. Lambung
Pakaian ini di gunakan untuk wanita mulai dari anak-anak, dewasa hingga yang tua, lambung ini dibuat secara sederhana dengan leher lebar dan badannya bagian belakang pendek. Biasanya digunakan sehari maupun di upacara-upacara tertentu.

h. Kereng gegot
Berupa sabuk belo (panjang), dibuat dari hasil tenun biasannya sangat sesuai digunakan dengan lambung

i. Tangkong
Pakaian sebagai lambang keanggunan dapat berupa pakaian kebaya dari bahan dengan warna cerah atau gelap dari jenis kain beludru atau brokat. Dihindari penggunaan model yang memperlihatkan belahan dada dan transparan.

j. Lempot
Berupa selendang/kain tenun panjang bercorak khas yang disampirkan di pundak kiri. Sebagai lambang kasih sayang.

k. Kereng
Berupa kain tenun songket yang dililitkan dari pinggang sampai mata kaki sebagai lambang kesopanan, dan kesuburan.

l. Kelambi Jamaq
Berupa baju lengan panjang, celana panjang yang dilapisi dibagian luar dengan memakai kain sarung sebatas dengkul, adapun kain tersebut biasanya mempergunakan kain tenun asli Lombok.

Sedangkan untuk Pakaian upacara terdiri dari :

a. Kereng kemati
Biasanya di gunakan pada anak laki-laki pada upacara adat, kereng kemati ini biasanya berwarna merah, putih dan hitam .

b. Poleng-poleng
Poleng-poleng ini biasanya berwarna merah, hitam dan putih biasanya di pakai dalam upacara-upacara.

c. Kain batik
Biasanya digunakan untuk bawahan oleh para wanita.

d. Kebaya
Biasanya kebaya ini digunakan oleh para wanita di upacara-upacara tertentu.

e. Seleben/petenden
Biasanya digunakan oleh para kaum wanita untuk menutup bagian dada.

f. Ongger-ongger
Biasanya digunakan sebagai pakaian upacara terutama wanita.

g. Bendang gemilang
Yaitu sejenis Ragi genep (warna lengkap) dengan warna dasar tangi (violet tua) bahan untuk baju ini adalah spol nanas sejenis kain yang bahan dasarnya adalah sutra

h. Sapuq nganjeng
Jenis songket berbentuk segi tiga dengan motif-motif tertentu dengan hiasan benang emas, biasanyadigunakan para remaja dan orang tua khususnya laki-laki.

i. Kelambi pegon (baju pegon)
Adalah jas tutup yang kerahnya berdiri dengan diberi kancing mulai dari leher terus sampai kebawah. Bentuk atau potongan seperti ini terkenal dengan ungkapan tunjang julu kekes mudi artinya : menjulur di depan mengkerut dibelakang.

j. Tampik ragi gerintik
Yaitu sejenis kain tenun asli dengan motif kotak-kotak kecil warna putih, hitam, biasanya baju ini dipakai untuk kalangan bangsawan laki-laki.

k. Kampuh
Sejenis sarung yang dipasang dari dada sampai bawah lutut, biasanya digunakan oleh laki-laki.

l. Kelambi Jamaq
Berupa baju lengan panjang, celana panjang yang dilapisi dibagian luar dengan memakai kain sarung sebatas dengkul, adapun kain tersebut biasanya mempergunakan kain tenun asli Lombok.