Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Formula E di Jakarta

Iklan Semua Halaman

Hal yang Harus Anda Ketahui Tentang Formula E di Jakarta

Senin, 15 Juli 2019
Aktualita.co - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan kabar gembira jika DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah balap mobil Formula E atau E-Prix pada 2020.

Tidak tanggung-tanggung, Anies Baswedan memproyeksikan Jakarta mendapat manfaat ekonomi 78 juta Euro saat menjadi tuan rumah. Nilai tersebut setara Rp. 1,2 milyar.

"InsyaAllah Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk seri kejuaraan Formula E musim berikutnya, di tahun 2020. Ini akan menjadi Kejuaraan E-Prix pertama di Indonesia," ungkap Anies Baswedan.

Jika benar-benar terlaksana, ini menjadi pertama kalinya Jakarta menjadi tuan rumah Formula E.

Lalu seperti apakah balap mobil Formula E?

1. Menggunakan Jalan Raya

Berbeda dengan balap mobil lain yang menggunakan sirkuit khusus, Formula E menggunakan jalan raya sebagai trek balapannya.

2. Malaysia Pernah Menjadi Tuan Rumah

Selain DKI Jakarta, Malaysia juga pernah menjadi tuan rumah Formula E, tepatnya di Putrajaya pada musim 2014/2015 tepatnya pada bulan November 2014.

3. Rute Balapan di Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta mengajukan 2 alternatif rute balapan. Rute pertama yaitu Silang Monas Belakang Stasiun Gambir - Ridwan Rais - Tugu Tani - MI Ridwan Rais - Merdeka Selatan - Wisma Antara - Berputar ke Kedubes AS - Monas - Ridwan Rais.

Lalu Rute kedua Silang Monas Selatan - belakang Stasiun Gambir - Ridwan Rais - Merdeka Selatan - bundaran air mancur patung kuda Arjuna Wiwaha - Silang Monas Selatan.

4. Disiarkan stasiun televisi dunia

Formula E menyediakan cakupan siaran televisi yang luas ditampilkan melalui penyiaran besar di seluruh dunia (FOX Sports, Channel 5, CCTV-5, Eurosport, Viasat, Canal +/Sport +, Energy (Spanyol), TV Asahi). Produksi ini dilakukan oleh Aurora Media Worldwide.

Di Indonesia, Formula E disiarkan Fox Sports Asia dengan TV berlangganan Indovision, First Media, K-Vision, UseeTV, TransVision & BiG TV dan Rajawali Televisi.

5. Musim 2019/2020 hadir di 12 Kota

Formula E musim 2019, hadir di 12 kota dari 4 benua dengan 14 sesi balapan. Formula E menyebut dirinya sebagai balapan terberat di planet.

Belum jelas apakah jakarta akan menjadi tuan rumah di musim 2019/2020 atau dimusim berikutnya.  Anies Baswedan sendiri, menyebut Jakarta akan menjadi tuan rumah pada pertengahan tahun 2020.

Pada kalender musim 2019/2020 masih ada kota yang berstatus To be Confirmed (TBC). Jadwal tersebut adalah balapan pada 14 Desember 2019.

Kota-kota yang menjadi tuan rumah diantaranya Ad Diriyah Arab Saudi, Santiago Chili, Meksiko City, Hongkong, China, Roma Italia, Paris Perancis, Seoul Korea Selatan, Berlin Jerman, New York Amerika dan London Inggris.

6. Diikuti 11 Team

Formula E diikuti oleh 22 mobil dari 11 tim.  Team tersebut diantaranya Audi Sport ABT SChaeffler, BMW i Andretti Motorsport, DS Techeetah Formula E Team, Envision Virgin Racing, Geox Dragon, HWA Racelab, Mahindra Racing, Nio Formula E Team, Nissan E Dams, Panasonic Jaguar Racing, dan Venturi Formula E Team.

7. Ajang Bergengsi

Formula E sendiri merupakan ajang balapan mobil yang tak kalah bergengsi dibanding Formula 1 (F1).

Meski memiliki bentuk mobil yang hampir sama dengan F1, Formula E menggunakan mobil bertenaga listrik yang diklaim lebih ramah lingkunganFormula E sendiri merupakan ajang balapan mobil yang tak kalah bergengsi dibanding Formula 1 (F1).

Meski memiliki bentuk mobil yang hampir sama dengan F1, Formula E menggunakan mobil bertenaga listrik yang diklaim lebih ramah lingkungan.

8. Pembalap Indonesia dan Dunia

Rio Haryanto yang pernah menjadi pebalap F1 juga pernah merasakan berada di balik kemudi mobil Formula E pada 2017 setelah mendapat ajakan dari Agag. Ketika itu CEO Formula E itu menilai Rio bisa mempopulerkan Formula E di Indonesia.

Beberapa pebalap F1 juga turut meramaikan kompetisi Formula E seperti Felipe Massa, Sebastien Buemi, Stoffel Vandoorne, Felipe Nasr, dan juara bertahan Jean-Eric Vergne.