5 Bumbu Dapur Yang Bisa Jadi Antibiotik Alami -->

Iklan Semua Halaman

5 Bumbu Dapur Yang Bisa Jadi Antibiotik Alami

Selasa, 29 Januari 2019
Aktualita.co - Untuk saat-saat darurat, dapur bisa menjadi tempat yang menyediakan pertolongan pertama terkait masalah kesehatan. Tak banyak yang tahu, jika bumbu-bumbu dapur yang sering kali tersedia dirumah bisa dimanfaatkan untuk alternatif pengobatan.

Salah satunya terkait dengan antibiotik. Pada dasarnya bumbu-bumbu dapur yang sering tersedia dirumah bisa dimanfaatkan untuk antibiotik. Pada dasarnya antibiotik adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati, dan dalam sebagian kasus bisa mencegah infeksi oleh bakteri.

Berikut kami sarikan bumbu-bumbu dapur dan manfaatnya bagi kesehatan terutama untuk keperluan antibiotik alami.

Cabai Rawit


Kecil-kecil cabai rawit, rasanya tak berlebihan jika disematkan pada bumbu dapur yang harganya seringkali melonjak tinggi saat penghujan ini. Tak hanya membuat citarasa masakan menjadi jauh lebih nikmat tetapi rupanya bisa dijadikan alternatif antibiotik alami.

dr. Phaidon L Toruan M.M bersama dengan n dr. Widya murni, MARS dalam bukunya Rahasia Terkini Awet Sehat’ menuliskan jika cabai rawit memiliki zat antioksidan dan juga andungan fito-kimia antara lain solamine, solamidine, solamargine, solasomine, dan steoid saponin (kapsaisidin).

Streoid saponin atau kapsaidin inilah yang membuat bumbu dapur pedas ini memiliki khasiat sebagai antibiotik.

Kunyit

Kunyit sejak lama dipercaya sebagai antibiotik alami terutama fungsinya yang mengurangi peradangan, membunuh bakteri serta jamur dan memurnikan tubuh. Karena itu kunyit seringkali hadir dalam jamu-jamuan. Kunyit juga dipercaya baik untuk jantung dan kesehatan otak. Untuk keperluan antibiotik, kunyit bisa juga dicampur dengan madu.

Madu

Banyak makanan yang biasa menggunakan madu terutama makanan bakar-bakaran seperti ayam goreng madu. Dibalik gunanya untuk memberikan citarasa masakan, madu adalah obat universal.

Peter Molan, Direktur Unit Penelitian Madu di Universitas Waikato di Selandia Baru mengungkapkan jika semua madu adalah anti bakteri karena lebah telah menambahkan enzim yang membuat hidrogen peroksida.

Tak heran jika dalam peperangan tentara menggunakan madu untuk mengobati luka agar tak infeksi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian modern membuktikan bahwa madu aktif menggempur lebih dari 60 strain bakteri yang berbeda-beda.

Jahe

Banyak masakan Indonesia yang menggunakan bumbu dapur berupa jahe, terutama untuk makanan-makanan seperti kari, opor ayam, ikan asam pade, semur ayam dan sebagainya.

Dibalik fungsinya sebagai bumbu dapur, jahe juga bisa dimanfatkan sebagai antibiotik alami karena memiliki kandungan anti bakteri, anti jamur dan juga anti inflamasi.

Begitu banyaknya manfaat jahe, sehingga dalam dunia pengobatan disebut juga sebagai obat universal. Tercatat lebih dari setengah obat-obatan tradisional Cina mengandung jahe di dalamnya.

Bawang Putih

Hampir tidak ada masakan Indonesia yang tidak menggunakan bawang putih. Selain itu, khasiat bawang putih untuk kesehatan sudah lama dikenal terutama untuk mengatasi penyakit kolestrol dan mengatur tekanan darah. Tetapi rupanya, bawang putih juga bisa dimanfaatkan sebagai antibiotik alami.

Kandungan bawang putih sebagai antibiotik terutama berasal dari allicin yaitu senyawa yang memiliki sifat yang sangat mirip dengan penisilin, bahan utama dalam antibiotik.