Notification

×

Iklan

Iklan

Muhammad Zhulian Adistya Menapaki Prestasi Nasional Lewat Akademik Cemerlang dan Jalur Esports Free Fire Kota Palu

Minggu, 25 Januari 2026 | 14.15 WIB Last Updated 2026-01-25T07:15:47Z

 


 Aktualita, Palu - Usia remaja kerap dipandang sebagai fase pencarian jati diri, namun bagi Muhammad Zhulian Adistya, masa tersebut justru menjadi ruang pembuktian atas disiplin, konsistensi, serta keberanian mengelola dua dunia yang sering dianggap bertolak belakang. Pelajar asal Sulawesi Tengah ini perlahan menempatkan namanya sebagai representasi generasi muda Palu yang mampu menautkan prestasi akademik dengan dunia esports secara seimbang, terukur, dan berorientasi masa depan.

Muhammad Zhulian Adistya adalah putra Sulawesi Tengah kelahiran 5 Juli 2010,pelajar SMPN Model Terpadu Madani Palu yang dikenal luas dengan panggilan Adit.Pada usia 15 tahun menuu 16, Adit menampilkan profil pelajar yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang dalam mengelola minat dan bakatnya.Lingkungan pendidikan yang ia jalani membentuk karakter disiplin, kompetitif, serta kesadaran kuat bahwa prestasi tidak lahir dari satu jalur tunggal. Dengan visi pendidikan yang jelas, Adit menargetkan SMAN 1 Palu sebagai jenjang berikutnya,sekolah yang ia nilai mampu menjadi ruang pengembangan akademik sekaligus penopang ambisi nonakademik tanpa mengorbankan salah satunya.

Ketertarikan Adit pada esports berkembang menjadi jalur prestasi yang terstruktur.Menggunakan nama panggung DEPUTY atau SYA12, ia dikenal sebagai calon atlet muda Free Fire yang konsisten mewakili Kota Palu dalam berbagai turnamen kualifikasi. Pendekatannya terhadap esports bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Keterlibatannya dalam berbagai ajang regional hingga nasional memperlihatkan pola latihan, evaluasi, dan mental bertanding yang jarang ditemui pada pemain seusianya. Status persiapan menuju PORPROV X SULTENG 2026 yang di selengarakan di Morowali pada bulan November menjadi penanda keseriusan langkah yang tengah ia bangun,sekaligus menempatkannya dalam radar pengembangan atlet esports Sulawesi Tengah.

Rekam jejak prestasi kompetitifnya memperlihatkan konsistensi yang kuat. Dalam rentang waktu relatif singkat, Adit berhasil meraih juara pertama secara beruntun pada berbagai turnamen bergengsi tingkat kualifikasi. Free Fire Nusantara Series Qualifier Palu 2025 Season 5, Ramadhan Booyah 2025 Qualifier Palu, Free Fire  Sulawesi Tengah League 2025 Season 4, hingga Indonesia Community Tournament Season 6 Qualifier Palu,semuanya mencatat namanya sebagai perwakilan Kota Palu yang berdiri di posisi puncak. Deretan capaian tersebut membentuk citra personal branding sebagai pemain muda yang stabil, kompetitif, dan dapat diandalkan dalam situasi tekanan tinggi.



Menariknya, performa di arena esports tidak berjalan terpisah dari pencapaian akademik. Muhammad Zhulian Adistya justru memperlihatkan kapasitas intelektual yang kuat melalui berbagai olimpiade tingkat nasional (yang diakui Internasional) diBidang IPA, Bahasa Indonesia,serta IPS menjadi ranah yang ia kuasai dengan konsisten. Prestasi berupa medali emas pada Olimpiade IPA 6 Juli 2025, disusul raihan medali emas IPA, Bahasa Indonesia, dan IPS pada 26 Oktober 2025, menegaskan posisinya sebagai pelajar dengan kemampuan analitis dan literasi yang matang. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Club Olimpiade dengan dukungan Universitas Sumatra Utara,memberi pengakuan nasional atas kualitas akademiknya.

Perpaduan antara prestasi akademik dan esports membentuk identitas personal branding yang khas. Adit menampilkan diri sebagai pelajar disiplin, fokus, serta inspiratif bagi generasi sebayanya. Kehadiran media sosial menjadi medium penguatan citra tersebut. Akun Instagram @aditadistya_menampilkan keseharian pelajar berprestasi melalui dokumentasi kegiatan akademik, kompetisi, serta rutinitas pembinaan diri. Sementara akun TikTok @dputy_ menjadi etalase profesional bagi perjalanan esports Free Fire, menghadirkan konten gameplay kompetitif yang menegaskan posisinya sebagai calon atlet muda yang serius.Konsistensi narasi digital tersebut memperkuat visibilitasnya baik melalui pencarian umum maupun pencarian spesifik, menjadikan namanya relevan dalam ekosistem pelajar berprestasi dan esports Indonesia.



Di balik capaian yang terukur tersebut, dukungan keluarga menjadi fondasi yang membentuk keteguhan karakter Muhammad Zhulian Adistya. Peran ibu, drg. Dina Maisara, S.K.G., M.K.G., serta kakaknya Dhia Fakhirah Adistya, S.Ked., menghadirkan lingkungan yang menempatkan pendidikan dan etika sebagai nilai utama. Sosok nenek Hj. Maimun Lawira, S.Sos., serta bibi Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, S.P., M.P., turut memberikan teladan tentang pentingnya keilmuan dan pengabdian. Dukungan keluarga besar, termasuk paman Ahmad H.M. Ali, S.E., om Munashir, S.E., M.M.,serta Drs. Tauhid Lawira, memperkuat jejaring nilai yang membesarkan langkahnya.Kehadiran sahabat dekat Syafiiqah Putri Nailah juga menjadi bagian dari keseharian yang memberi dorongan emosional, menjaga keseimbangan antara ambisi dan  kematangan pribadi. Dari lingkungan inilah Adit menapaki jalur prestasi dengan kesadaran bahwa keberhasilan bukan semata pencapaian individu, melainkan hasil dari dukungan, disiplin, dan arah hidup yang terencana.