Mengenal Adania Shibli Novelis Palestina yang Hadir di JILF

Iklan Semua Halaman

Mengenal Adania Shibli Novelis Palestina yang Hadir di JILF

Selasa, 20 Agustus 2019
Aktualita.co - Penulis Palestina, Adania Shibli  akan menjadi keynote speaker pada pembukaan Jakarta International Literary Festival 2019  yang digelar di Taman Ismail Marzuki pada 20 sampai 24 Agustus 2019 mendatang.

Kurator JILF 2019 Isyana Artharini menyebut Adania akan bercerita tentang kekayaan sastra Palestina dan bagaimana pengalaman kolektif yang sangat masif dan menjadi memori sebuah bangsa tercermin dalam karya sastra.

Adania Shibli dua kali meraih penghargaan Qattan Foundation dari dua novelnya berjudul Masaas (diterjemahkan menjadi Touch) dan diterbitikan oleh Northampton:2009 dan Novel Kulluna Ba’id bethat al Miqdar aan el-Hub yang diterjemahkan menjadi We are all equality far from love juga oleh penerbit Northampton: Clockroot, 2012.

Novel terbarunya berjudul Tafsil Thanawi diterbitkan oleh Minor Detail, Beirut: Al-Adab, 2017.

Selain novel, Adania juga menulis buku Dispositions (Ramallah: Qattan, 2012).

Buku-bukunya diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Perancis, Jerman, Italia, Hebrew dan Korea.

Namanya juga masuk dalam daftar 39 penulis arab (Beirut 39) yang berusia dibawah 40 tahun. Daftar tersebut dibuat oleh majalah Banipal dan Hay Festival.

Lahir tahun 1974, Adanil merupakan Ph.D lulusan University of East London jurusan Media dan Kultural Studies.

Disertasinya mengangkat judul Visual Terror: A Study of the Visual Compositions of the 9/11 Attacks and Major Attacks in the 'War on Terror' by British and French Television Networks.

Selain sebagai penulis, Adania Shibli juga menjadi pengajar paruh waktu di jurusan Filsafat dan Kultural Studies di Berzeit University, Palestina.

Menyenangi Duni Menulis Sejak Usia 10 Tahun 


Dalam wawancaranya dengan Media Indonesia yang dimuat pada Minggu, 8 September 2019, Adania Shibli mengungkapkan jika ia telah menyukai dunia tulis menulis sejak usia 10 tahun.

“Di usia sembilan atau 10 tahun saat saya mulai menulis, saya merasakan kebahagiaan terbesar saya, merasakan kehidupan dan kebebasan. Saya tumbuh besar di desa yang kecil dan sepi, tapi saya beruntung karena dapat bertualang dengan membawa rangkaian kata-kata, bukan tas besar yang dipenuhi barang- barang. Saya membawa mimpi-mimpi dalam rangkaian kata-kata,” jelasnya.

“Menulis seperti bernapas yang memang keharusan untuk eksistensi,” ujarnya.

Adania mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak 1996 dalam majalah-majalah di dunia Arab maupun Eropa dan karyanya tersebut telah diterjemahkan dalam banyak bahasa. Masyarakat Palestina menyambut hangat karyanya, tetapi sebaliknya pihak otoritas Israel bertindak sebaliknya.

“Pertama kali saya pernah dikontak oleh sebuah majalah Israel yang ingin menerbitkan naskah-naskah saya, tetapi mereka tidak membacanya, mereka hanya mendengar tentang saya dan ingin menerjemahkannya. Tentunya saya persilakan, tapi ternyata setelah diterjemahkan, mereka menolak untuk menerbitkannya,” kata Adania seperti dikutip Media Indonesia.

Biodata Adania Shibli


Nama lengkap : Adania Shibli
Lahir : Palestina, 1974

Pendidikan
Doktor dari University of East London bidang Media and Cultural Studies

Bibliografi


  • Keep Your Eye on the Wall: Palestinian Landscapes, diterbitkan pada 2013
  • Kulluna Ba’eed Bethat al Miqdar’an al Hub (We are All Equal Far from Love), diterbitkan pada 2004
  • Masaas (Touching), diterbitkan tahun 2002


Penghargaan


  • Young Writer's Award dari AM Qattan Fondation untuk untuk dua karya novelnya yang berjudul Touch dan We are All Equally Far from Love.
  • Masuk daftar Beirut39 sebagai salah satu dari 39 penulis Arab di bawah usia 40 tahun yang diselenggarakan Banipal Magazine dan The Hay Festival.