Penemuan BJ Habibie yang Tak Banyak Diketahui Orang

Iklan Semua Halaman

Penemuan BJ Habibie yang Tak Banyak Diketahui Orang

Jumat, 13 September 2019

Aktualita.co - Kepakaran BJ Habibie terhadap industri dirgantara sudah diketahui oleh publik. Bahkan belia  mendapat julukan Mr Crack karena berhasil menemukan rumus untuk menghitung letak awal retakan pada pesawat yang disebut crack propagation point. Penemuannya inilah yang membuat industri dirgantara dunia semakin maju karena pesawat menjadi lebih hemat bahan bakar dan tingkat keamanan pesawat ditingkatkan.

Tak hanya itu, Presiden BJ Habibie mengantongi 46 paten di bidang aeronautika. Ia bahkan mempelopori industri dirgantara Indonesia dengan pesawat CN-235, N-250 dan yang direncanakannya R80.

Baca Juga : 3 Pesawat Indonesia yang Lahir Berkat BJ Habibie


Bersama PT Dirgantara Indonesia (DI), BJ Habibie juga ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain helikopter BO 105 yang bekerjasama dengan MBB atau Eurocopter.

Di dunia, beberapa pesawat yang mendapatkan sentuhannya diantaranya Fokker F-28, Pesawat Angkut Militer Transall C-160, Pesawat Eksekutif Hansa Jet 320 hingga beberapa proyek rudal dan satelit.

Diluar pewawat dan helikopter tersebut, BJ Habibie juga terlibat dalam desain wagon untuk perusahaan kereta api Jerman, Firma Talbot.

Berikut beberapa karya BJ Habibie lainnya :

1. Membuat Prototipe Pesawat DO-31

BJ Habibie membuat protipe pesawat DO-31 yang digunakan NASA.

Ini adalah pesawat rancangan pertama Habibie. Ini merupakan pesawat transportasi pertama yang bisa take off dan landing secara vertikal.


Pesawat ini adalah jet transportasi hasil eksperimen VTOL Jerman Barat. Dirancang di bawah kontrak NATO dari BMR-3 dan dibuat oleh Donier. Namun sayangnya, proyek ini dibatalkan pada tahun 1970 karena tingginya biaya dan banyak aspek lainnya.

2. Airbus A-300

Di balik nama besar Airbus, BJ Habibie punya andil. BJ Habibie ikut serta merancang pesawat Airbus A-300 yang menjadi pesawat badan lebar bermesin ganda pertama di dunia.

Pesawat ini diproduksi oleh konsorsium Eropa yaitu European Aeronautic Defence and Space dan berkapasitas 300 penumpang.

3. Multirole Combat Aircraft

BJ Habibie juga piawai mendesain pesawat termpur. MRCA merupakan pesawat tempur multifungsi yang dirancang untuk mengefesienkan anggaran pertahanan negara. Di pesawat ini, Habibie ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain.