Profil Singkat Calon Ketua BPP HIPMI 2019-2022

Iklan Semua Halaman

Profil Singkat Calon Ketua BPP HIPMI 2019-2022

Rabu, 14 Agustus 2019
Aktualita.co - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) telah mengumumkan empat nama yang akan menjadi calon ketua umum periode 2019-2022.

Keempat nama tersebut ditetapkan setelah melalui hasil verifikasi dan diumumkan pada Mei 2019 lalu.

Lalu seperti apa profil calon Ketua Umum BPP HIPMI 2019-2022?

1. Profil Bagas Adhadirgha

Bagas Adhadirgha sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI.

"Saya ingin Hipmi kedepannya dapat menjadi Hipmi 4.0. Hipmi 4.0 ini artinya kita akan menggunakan banyak manfaat Information technology (IT) yang terus berkembang. Alasannya penggunaan revolusi Industri 4.0 karena informasi 34 provinsi di Indonesia tidak tersalurkan. Di sisi lain, Hipmi Perguruan Tinggi dan Hipmi Goes to School akan terus digelorakan dalam kepemimpinan selanjutnya," ujar pengusaha bidang penerbangan ini.

Dalam dunia bisnis, Bagas Adhadirgha merupakan CEO Asia Aero Technology.

Salah satu keberhasilannya ia membangun bandaranya seorang diri. Bandara tersebut adalah Wiladatika Private Airport di Buperta Cibubur.

Bagas merupakan pengusaha yang menjadi pionir dalam industri general aviation dan airport services di Indonesia.

2. Profil Ajib Hamdani 

Ajib Hamdani punya pengalaman panjang di HIPMI. Sebelumnya, ia adalah Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI.


Salah satu cita-citanya adalah membangun HIPMI Incorporated dan menjadikannya lokomotif yang akan membantu Republik Indonesia menuju ekonomi yang berdaulat.

Di dunia usaha, Ajib Hamdani merupakan Komisaris PT Daya Gagas Indonesia yang mengagas aplikasi FIshOn Kemenko Kemaritiman. Sebelum menjadi pengusaha ia merupakan PNS  di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

FishOn berusaha memberikan solusi mulai dari lokasi untuk menangkap ikan, menjaga kualitas tangkapan, hingga memberikan akses permodalan ke para nelayan.

Bisnis pertamanya adalah PT Mitra Bersama Makmur yang bergerak dibidang jasa penyewaan fitness, lapangan futsal.

Bisnisnya berkembang, lalu ia membangun sebuah pabrik di kawasan Jababeka dengan bendera PT Alkostar Casting, yang bergerak di sektor manufaktur. Perusahaanya yang ini memasok sparepart dengan bahan dari aluminium untuk beberapa perusahaan besar.

Ia juga kini memiliki perusahaan bernama PT Tria Talang Emas. Perusahaan ini menangani proyek pembangunan pembangkit listrik di Batam, Kepulauan Riau.

3. Profil Akbar Himawan Buchari

Bisnis Akbar Buchari salah satu yang paling banyak dikenal adalah PO Kurnia, yang memiliki armada lebih dari 250 bus. Padahal usianya masih terbilang muda. Ia lahir di Medan, 25 November 1988  atau baru berusia 31 tahun.

Di HIPMI, Akbar pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Peng­u­saha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatra Utara.

“Hipmi bisa menggali potensi daerah melalui kader-kader Hipmi di daerah sehingga ekonomi Indonesia semakin baik,” kata Akbar dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Jika terpilih sebagai Ketua Umum Hipmi periode 2019-2022, ucap Akbar, RUU Kewirausahaan dapat tuntas menjadi Undang-Undang. “RUU ini sudah diinisiasi oleh Hipmi dan kini sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” terangnya.

4. Profil Mardani H Maming 

Masih berusia 37 tahun, tetapi sejumlah jabatan penting pernah diembannya. Ia pernah menjadi Bupati Tanah Bumbu selama 2 periode yaitu 2010-2015 dan 2015-2018. Ia mundur sebagai Bupati pada 2019 lalu dengan alasan ingin maju ke DPR RI tetapi walau mundur, ia tetap tidak mencalonkan diri sebagai caleg.

Salah satu alasannya, ia ingin fokus ke keluarga dan bisnis yang digelutinya. Ia merupakan CEO dari dua perusahaan besar yakni PT. Batulicin Enam Sembilan Group dan PT. Maming Enam Sembilan.

Selain itu, ia memiliki Yayasan Haji Maming Enam Sembilan yang fokus pada pendidikan. Yayasan ini telah memberikan bantuan Rp4,8 miliar untuk beasiswa 21 mahasiswa angkatan pertama Program Doktor (S3) Ilmu Sosial.

Di HIPMI Mardani H. Maming pernah menjabat sebagai Kompartemen Bina Wilayah Kalimantan HIPMI (2015–2018).

Jika terpilih Mardani bertekad akan mendorong terbitnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang akan melindungi pengusaha-pengusaha kecil yang mana nanti untuk pengerjaan proyek di bawah Rp 200 juta, bisa diserahkan ke pengusaha-pengusaha Hipmi melalui penunjukan langsung.