Type something and hit enter

On

Aktualita.co - Presiden Joko Widodo mengawali kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Papua pada Jumat dengan meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Kabupaten Merauke. Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo diagendakan menyaksikan peletakkan kapsul waktu ke dalam cangkang oleh 36 anak pada Jumat, 16 November 2018

Kapsul waktu penyimpan mimpi anak Indonesia kerap disebut juga markas Avenger karena bentuk monumen yang mirip logo Avengers. Dibuat bersamaan dengan ulang tahun Indonesia ke 70, dan unouab anak Indonesia di kapsul waktu itu akan dibuka 70 tahun yang akan datang. 

Inilah bagian penting perjalanan Kapsul Waktu dan Monomen Kapsul Waktu di Merauke.

22 September 2015 : Ekspedisi Kapsul Waktu memulai perjalanannya. Ekspedisi ini dilepas langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (17/9).

Selanjutnya Espedisi Kapsul Waktu berangkat dari Sabang pada 22 September 2015 menuju Merauke dan direncanakan akan tiba di Merauke pada 21 Desember 2015.

20 Desember 2015 : Tim Ekspedisi Kapsul waktu menginjakkan kaki di Merauke Papua. Disaat yang sama diresmikan pula Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015 - 2085.

Ekspedisi Kapsul Waktu digelar di 43 kota di 34 provinsi sejak 22 September 2015 sejauh 24.089 kilometer dari Kota Sabang, Provinsi Aceh, ke Merauke, Papua. Ekspedisi Kapsul Waktu menyimpan impian anak-anak Indonesia di 34 provinsi yang disimpan dalam sebuah kapsul.

Ada 238 butir impian masyarakat Indonesia, yang dirangkum dalam 7 butir impian Indonesia 2015 - 2085.

 2016 : Pembangunan tahap I monumen Kapsul waktu mulai dikerjakan berupa ekerjaan pondasi dengan anggaran Rp 7 miliar. Pekerjaan dilanjutkan tahap II sejak Juli 2017 dan direncanakan selesai Desember 2018 dengan biaya konstruksi sebesar Rp 82,9 miliar melalui anggaran Ditjen Cipta Karya dengan kontraktor PT. Nindya Karya.

Monumen ini memiliki lebar 17 meter, tinggi delapan meter dan panjang 15 meter.

Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat. Luas kawasan 2,5 ha terdiri dari 1 ha adalah area monumen dan 1,5 ha digunakan sebagai alun-alun.

Desain arsitektur monumen dibuat oleh arsitek kenamaan Indonesia Yori Antar yang juga terlibat dalam desain arsitektur infrastruktur PUPR lainnya. Angka 17, 8, dan 45 dipilih menjadi angka-angka kunci ukuran monumen. Monumen memiliki lebar 17 meter, tinggi 8 meter dan panjang 45 m.

Lima akses masuk bangunan tugu kapsul juga memiliki arti yakni lima suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu yang menjaga tugu kapsul waktu.

Click to comment