Salah satu contoh iklan rokok elektronik yang beredar secara online. (Foto: blogspot.com

WHO Desak Larangan Penggunaan Rokok Elektonik di Dalam Ruangan

Posted on
Salah satu contoh iklan rokok elektronik yang beredar secara online. (Foto: blogspot.com
Salah satu contoh iklan rokok elektronik yang beredar secara online. (Foto: blogspot.com)

Aktualita.co – World Health Organization (WHO) terus berupaya untuk mendesak peraturan baku terhadap rokok elektronik serta larangan penggunaan rokok elektronik di dalam ruangan, iklan dan penjualan untuk anak dibawah umur.

Selama ini rokok elektronik banyak diiklankan karena dianggap lebih aman dibanding rokok eletronik, tetapi nyatanya tidaklah demikian.  Faktanya rokok elektronik juga berbahaya bagi kesehatan. Sebuah laporan WHO menyebut rokok elektronik yang disebut juga  e-cigarettes, merupakan bagian dari “garis depan yang terus berevolusi dan berisi janji-janji.”

Mengingat besarnya bahaya dari rokok elektronik, karena itu WHO menginginkan adanya aturan yang melarang promosi rokok elektronik bagi anak muda dan melarang penggunaan rasa buah dan permen. WHO juga mengkampanyekan untuk melarang produsen mengiklankan rokok elektronik seakan-akan rokok elektronik lebih sehat.

WHO mengatakan meski rokok tersebut sepertinya tidak mengandung racun setinggi tembakau, asap yang ditimbulkan masih dapat mengancam non-perokok, anak-anak dan janin. Point-point penting ini nantinya akan didebatkan dalam dalam konferensi mengenai kontrol tembakau pada Oktober nanti di Moskow.

Sementara itu dalam pemberitaan yang lain seperti yang dikutip dari CBSNews, melansir hasil penelitian dari American Heart Association (AHA).  “Penelitian terbaru menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa rokok elektronik dapat menjadi pintu gerbang ke penggunaan produk tembakau tradisional untuk generasi muda bangsa,” kata Nancy Brown, CEO of the American Heart Association (AHA).

“Kondisi ini telah sangat mengganggu dan meyakinkan AHA bahwa rokok elektronik harus sangat diatur secara ketat, menyeluruh serta diawasi.”Rekomendasi ini dimuat di AHA journal Circulation pada Senin, (25/8/2014)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *