Wartawan Bengkulu Deklarasikan Tolak Korupsi & Narkoba

Friday, Apr 29, 2016 | 711 views

Aktualita.co – Korupsi dan narkoba merupakan musuh besar bangsa Indonesia yang harus diperangi bersama. Sebab, menurut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu Zacky Antoni SH MH, berdasarkan data yang diperolehnya hingga tahun 2016 ini tercatat ada sekitar 5,9 juta masyarakat Indonesia yang terlibat narkoba. Pelakunya pun bervariasi, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara dan lainnya.

pwi bengkulu

Melihat fakta itu, lanjutnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu bersama segenap insan pers di Provinsi Bengkulu sepakat menolak segala bentuk aksi tindakan korupsi dan penggunaan narkoba di Indonesia, khususnya di wilayah Bengkulu.

“Bentuk penolakan tersebut diwujudkan dalam agenda deklarasi wartawan Bengkulu, tolak korupsi dan narkoba,” ujar Zacky saat agenda deklarasi wartawan Bengkulu, tolak korupsi dan narkoba yang digelar di Gedung Daerah hari Jumat kemarin (29/4).

Agenda itu juga dalam rangka memperingati HPN ke-70 tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2016 dan acara syukuran dan ramah tamah bersama insan pers di Provinsi Bengkulu dan Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH.

Dijelaskan dia, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu belum lama ini guna membersihkan ribuan aparatur sipil negara yang ada di pemerintahan dari korupsi dan narkoba melalui penandatangan pakta integritas anti narkoba, anti korupsi dan anti bisnis serta nepotisme.

“Kami percaya dengan kebersamaan pemberantasan tindak pidana korupsi dan narkoba dapat berhasil dilaksanakan. Dengan bersihnya Indonesia dari narkoba dan korupsi, maka kejayaan bangsa akan terwujud,” tegasnya.

Dibagian lain, dalam peringatan HPN ke-70, pihaknya berharap insan pers di Bengkulu ke depan dapat semakin kontributif dalam terwujudnya agenda pembangunan daerah dan nasional.  Sebab, tidak dapat dipungkiri bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia sekarang ini tidak lepas dari jasa dan peran insan pers. Karena pers merupakan bagian sejarah bangsa Indonesia.

Dijelaskan, sejumlah tokoh founding father bangsa ini sebagian berlatar belakang pers. Diantaranya, mantan Wakil Presiden RI Adam Malik dan pencipta lagu Indonesia Raya Wr.Supratman. Bahkan, Presiden RI pertama Ir.Soekarno yang pernah diasingkan di Provinsi Bengkulu saat pra-kemerdekaan tahun 1938-1942 juga merupakan seorang korespondensi.

“Hadiah dari negara atas kontribusi pers terhadap perjuangan bangsa adalah kebebasan dan kemerdekaan pers yang dirasakan saat ini, yang berwujud UU Pers, UU ini tergolong istimewa karena tanpa Perpres, beda dengan UU lainnya. Hal ini merupakan sejarah dan harus kita syukuri oleh segenap insan pers,” tegas Zacky.

Sementara itu, Sekjen PWI Pusat CH.Bangun yang turut hadir dalam agenda kemarin berharap, kedepan para insan pers di Indonesia dapat terus bekerjasama dengan masyarakat dalam menjalankan profesinya.

“Pers tidak ada artinya kalau tidak berkerjasama dengan masyarakat. Dengan adanya kerjasama itu, saya berharap masyarakat dapat merasakan eksistensi media, bukan malah sebaliknya. Insan pers melalui PWI harus terus membantu masyarakat,” harap Redaktur Senior KOMPAS ini.

Dibagian lain, Gubernur Bengkulu Dr.H.Ridwan Mukti,MH juga berharap, insan pers di Bengkulu kedepan dapat bersama-sama membantu pemerintah daerah dalam mempromosikan keunggulan yang ada di Bengkulu. Sehingga Bengkulu kedepan dapat dikenal ditingkat nasional bahkan internasional.

Sementara itu, Gubernur juga memberikan apresiasi atas deklarasi  wartawan Bengkulu, tolak korupsi dan tolak narkoba yang diprakarsai oleh PWI Bengkulu.

“Mari jadikan Bengkulu anak emas Indonesia dengan tidak korupsi dan tidak menggunakan narkoba,” pungkasnya. (ags)

Like it? Share it!

Leave A Response