Walikota Surabaya Harapkan UKM Ikut Menikmati Perputaran Uang 20 Trilyun di Surabaya

Posted on

ppk sampoernaAktualita.co – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan perputaran uang di kota Surabaya mencapai Rp 20 triliun. Menurutnya, jumlah yang sangat besar ini sangat sayang jika gagal dimanfaatkan oleh pelaku UMKM yang ada di wilayahnya karena justru hanya akan dinikmati oleh orang luar.

Pernyataan ini dikemukakan Walikota Surabaya saat membuka Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna  Expo 2014 di Tunjungan Plaza, Sabtu (20/9).

Risma menyatakan optimis, program pemberayaan UKM melalui program “pahlawan ekonomi” bagi ribuan perempuan dan kalangan pria yan masih menganggur yang dimulai sejak 2010 kini telah muncul pengusaha kecil baru yang produk menjadi unggulan di dalam negeri bahkan di ekspor ke laura neeri, seperti kerajinan busana Muslim dan batik Surabaya.

Dia mengajak kalangan swasta, perbankan dan BUMN untuk melakukan program binaan bagi UKM sehingga pada saat pemberlakuan MEA 2015, Indonesia mampu bersaing dengan negara tetangga.

Pertumbuhan wirausaha juga membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis bahwa geliat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur kian bergairah. Hingga akhir 2012 jumlah UKM Propinsi Jatim mencapai 6,8 juta usaha atau sekitar 16,5 persen dari jumlah penduduk Jatim yaitu 42 juta orang.

Menurut Risma, produk Jawa Timur yang belum sanggup eksport bukan berarti akan kesulitan pasar, karena Surabaya sendiri memiliki penduduk lebih dari 3 juta jiwa yang cukup untuk menjadi pasar bagi pelaku UKM di wilayahnya.

Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Expo Sampoerna

PPK Expo 2014 merupakan gelaran keenam yang diadakan oleh Sampoerna dengan mengusung tema “Semua Pasti Bisa”. Kegiatan ini akan dilangsungkan hingga 21 September 2014 yang diikuti lebih dari seratus UKM dari Surabaya dan luar Jawa Timur seperti Jawa Barat, NTB, Lampung dan Kalimantan Selatan.

Hingga saat ini PPK Sampoerna telah melatih 9.000 wirausahawan dan dari program ini sebanyak 3.300 usaha kecil di Jawa Timur telah didirikan dengan perspektif usaha kecil yang ramah lingkungan. PPK sendiri berada di Sukorejo, Jawa Timur.

Selain pelatihan, PPK Sampoerna juga menjadi pusat riset pengembangan agribisnis yang sudah menghasilkan cabe super pedas, pepaya IPB3, pepaya IPB9 dan sejmlah tanaman dengan sistem pengolahan aeroponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *