Wakil Presiden Luncurkan Gerakan Cinta Pasar Modal

Posted on

cinta pasar modal

Aktualita.co – Dibandingkan dengan produk perbankan, informasi atas produk pasar modal masih terbilang kecil. Berdasarkan survey, hanya 22 persen masyarakat Indonesia yang paham tentang industri keuangan, dengan latar belakang pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi sebanyak 56 persen dan  30 persen dari Sekolah Menengah Atas.

Padahal menurut Wakil Presiden Yusuf Kalla, dirinya berharap pasar modal Indonesia adalah pasar modal yang lebih banyak dikuasai dana nasional dari investor domestik. “Inti dari semua itu adalah trust. Pengelolaan yang baik, good governance dalam pengelolaan dan pengawasannya berlapis,” ujar Wakil Presiden (Wapres) saat memberikan sambutan pada peluncuncuran Gerakan Nasional Cinta Pasar Modal di Istora Senayan, Rabu, (12/11).

Acara peluncuran Cinta Pasar Modal ini melibatkan 5000 mahasiswa yang berasal dari 27 perguruan tinggi yang semua sudah menjadi investor di pasar modal dan juga asosiasi yang terlibat di pasar modal. Bahkan acara ini memecahkan rekor dunia MURI sebagai penciptaan investor pasar modal terbanyak melalui satu program Cinta Pasar Modal. Rekor MURI diserahkan langsung oleh Jaya Suprana sebagai pendiri Museum Rekor Indonesia.

Senada dengan Wapres, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Muliaman D Hadad menyebutkan bahwa 97,4 persen pemilik saham berasal dari dalam negeri dan sisanya sebesar 2,6 persen dimiliki investor asing, tetapi total nilai kepemilikan asing mencapai 60 persen.

“Sehingga pasar modal di Indonesia memilki kerentanan terhadap perilaku dari investor asing. Untuk itu, investor lokal perlu terus ditingkatkan,” ucap Muliaman.

Muliaman mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasar modal cukup signifikan. Ini tercermind dari IHSG dan  kapitalisasi di pasar saham Indonesai. Sepanjang 2014 pertumbuhan indeks mencapai 18 persen, lebih tinggi dibandingkan di Jepang, Malaysia dan Singapura. “Kapitalisasi tumbuh dengan signifikan. Pada 11 November 2014 tercatat Rp. 5.033 Triliun hampir mencapai 55 persen GDP Indonesia tahun 2013,” ucap Muliaman. Meski demikian, rasio yang kita miliki masih lebih rendah dibandingkan negara-negara di kawasan, seperti Malaysia yang mencapai 60 persen.

Selain itu emiten di Indonesia juga tumbuh lima persen setiap tahunnya. Hingga kini tercatat terdapat 501 emiten, baik di pasar saham maupun surat utang korporasi. Meski termasuk rendah dibandingkan Malaysia yang memiliki 905 emiten dan Singapura sebanyak 767 emiten. Tetapi emiten Indonesia tumbuh tertinggi di kawasan ini.

Walaupun demikian Muliaman mencatat bahwa perkembangan yang baik dari pasar modal tersebut tidak diikuti oleh peningkatan jumlah investor, terutama investor lokal atau domestik. “Berdasarkan data yang dimilki OJK  investor lokal baru mencapai 400 ribu orang Indonesia, sedangkan pasar kelas menengah di Indonesia telah mencapai 134 juta jiwa. “Jumlah investor di pasar modal Indonesia masih sangat kecil yaitu hanya 0,34 persen dibandingkan jumlah penduduk. Sementara Malaysia mencapai 12,8 persen Malaysia, bahkan Singapura sebesar 30 persen,” ujar Muliaman.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *