UIN Ar-Raniry Terapkan Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Masjid

Aktualita.co – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry telah menerapkan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) berbasis masjid bagi mahasiswa semester akhir, KPM tersebut dilaksanakan melalui pos pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Tahun 2016 ini dilaksanakan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kuliah Pengabdian Masyarakat Berbasis Masjid

Serah terima peserta KPM dilakukan langsung oleh Rektor UIN Prof. Farid Wajdi yang diterima oleh Wakil Walikota Drs. Zainal Arifin, Asissten Bupati Aceh Besar Drs. Rasyidi, selanjutnya diserahkan kepada camat dan diteruskan kepada Keuchik, kegiatan tersebut berlangsung Rabu (10/8) di Aula Kantor Camat Darussalam Aceh Besar.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA dalam sambutannya, menyampaikan bahwa program KPM berbasis masjid ini sangat penting untuk membantu pengembangan manajemen pada menasah dan masjid-masid dalam hal administrasi dan tatakelola untuk menjadi lebih baik, selain itu juga dapat membantu masyarakat terkait pemberdayaan gampong dibidang ekonomi masyarakat miskin.

“Masjid dan meunasah sebagai tempat beribadah dan melakukan musyawarah bagi masyarakat, selain itu juga dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan hari-hari besar islam dan juga prosesi akad nikah, namun yang sangat mengkhawatirkan saat ini banyak masjid dan menasah yang manajemen pengelolaannya masih sangat terbatas dan tidak terurus, kebersihan dan kenyamanannya sangat kurang, sehingga hanya sebagian masjid saja yang menjadi favorit untuk melangsung pernikahan dan dijadikan tempat kegiatan-kegiatan islam lainnya seperti MTQ,” ujar Farid.

Menurutnya, masjid harus diberdayakan, salah satunya dengan cara memperbaiki manajemen dan kebersihan yang standar, oleh karena itu bagaimana kita mengupayakan untuk membangun manajemen yang baik, mari menjadikan masjid dan menasah sebagai sentral aktivitas masyarakat, teratama dalam lima waktu shalat.

Rektor mengajak mahasiswa dan dosen UIN Ar-Raniry peserta KPM pemberdayaan masyarakat desa berbasis masjid untuk membantu masyarakat dan pengelola tempat ibadah untuk membangun sistem dan manajemen yang baik, agar masjid dan menasah menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat Aceh, tentunya harus bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat desa wilayah setempat.

Farid menambahkan, sebagaimana dilaporkan Kepala P2M Drs. Jakfar Puteh bahwa peserta KPM berbasis masjid ini terdiri dari 135 mahasiswa dan 45 dosen, masing-masing gampong 15 mahasiswa dan 5 dosen, mereka akan berada di tempat pengabdian selama tiga bulan terhitung sejak 10 Agustus hingga 9 Oktober 2016 mendatang.

Adapun gampong yang menjadi tempat pengabdian antara lain, Kecamatan Darussalam tiga lokasi, gampong Tanjong Selamat, Barabung dan Limpok, selanjutnya gampong Blang Krueng, Cadek, Baet di kecamatan Baitussalam Aceh Besar, serta gampong Rukoh, Tibang dan Alue Naga di kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh.

“Selama di tempat KPM, mereka didampingi oleh dosen-dosen untuk membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan bersama masyarakat yang akan menjadi masjid sebagai sentralnya, kita berharap kegiatan ini dapat bermafaat bagi masyarakat terutama dibidang memakmurkan menasah dan masjid,” kata Rektor.

Sementara itu, Wakil Walikota Banda Aceh Drs. Zainal Arifin mengharapkan kepada mahasiswa peserta KPM ini agar dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan bersama masyarakat nantinya sesuai dengan apa yang telah diamanahkan oleh Rektor dan dosen pendamping dengan mengedepankan etika dan cara yang santun dan bijak.

“Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat melahirkan produk-produk unggulan di gampong tempat pengabdian dengan potensi masyarakat yang ada, dan kami ingatkan agar selama melakukan KPM ini jangan masuk ke ranah khilafiah, biarlah kita fokus pada program manajemen dan pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin,” imbau Keuchik Zainal.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten bidang Kesra Aceh Besar Drs. Rasyidi, sebagai mahasiswa harus dapat memposisikan diri sebagai pelajar yang sedang melakukan pengabdian bersama masyarakat, saat ini sedang hangat isu politik, kami berharap agar tidak masuk dalam politik praktis, artinya silahkan melakukan pengabdian sesuai dengan apa yang telah ditentukan.

Dalam serah terima mahasiswa peserta KPM tersebut, hadir juga camat Darussalam Baharuddin, S.Sos, Keuchik dari Sembilan gampong yang menjadi tempat pengabdian mahasiswa UIN Ar-Raniry, tokoh masyarakat, muspika kecamatan Darussalam serta sejumlah pimpinan di UIN Ar-Raniry. [Nat]

Like it? Share it!

Leave A Response