Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi meninjau persiapan The 29th Trade Expo Indonesia 2014 (Foto: Kemendag)

Trade Expo Indonesia, Dorong Pengusaha Lokal Untuk Masuki Pasar Ekspor

Posted on
Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi meninjau persiapan The 29th Trade Expo Indonesia 2014 (Foto: Kemendag)
Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi meninjau persiapan The 29th Trade Expo Indonesia 2014 (Foto: Kemendag)

Aktualita.co – Untuk ke 29 kalinya, ajang yang mempertemukan pengusaha Indonesia dengan pembeli potensial dari luar negeri kembali diadakan. Event tahunan bertajuk Trade Expo Indonesia (TEI) mengambil tema “Towards Green Business” akan digelar di Jakarta International Expo (JIExpo)  Kemayoran  8 – 12 Oktober 2014.

Menempati areal seluas 40.000 m2, hal berbeda akan dilakukan di TEI 2014 ini adalah hadirnya The Pride of Indonesia Pavilion, ASEAN Pavilion, dan Primaduta Award. The Pride Indonesia Pavilion adalah akan menampilkan produk kebanggaan Indonesia, yakni merek lokal yang sudah diterima pasar global yang meliputi industri strategis, produk berbasis teknologi tinggi, manufaktur, green products, serta produk kreatif dan UKM unggulan. Adapun ASEAN Pavilion akan menghadirkan stan informasi dari perwakilan negara-negara ASEAN dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

Penyelenggaraan Primaduta Award 2014 untuk pertama kalinya akan diberikan kepada enam buyers yang secara konsisten selama tiga tahun terakhir melakukan pembelian produk Indonesia yang semakin meningkat, baik nilai, volume, dan keberagaman produknya. Penghargaan ini kali ini akan diberikan kepada buyers yang berasal dari Jepang, Thailand, Mesir, Jerman, Chili, dan Uni Emirat Arab.

“Kementerian Perdagangan menyajikan produk dan jasa Indonesia yang berkualitas ekspor bagi para buyers, sekaligus memberikan apresiasi kepada buyers yang senantiasa percaya pada kualitas produk dan jasa ekspor Indonesia,” jelas Mendag Muhammad Lutfi.

“Sampai 1 Oktober 2014 buyers yang telah terdaftar mendekati 12.000 buyers yang berasal dari 97 negara. Selain itu, sebanyak 63 negara juga akan mengirimkan delegasi misi dagangnya,” ungkap Lutfi. Acara ini sendiri menargetkan 10.000 pengunjung dan 2.000 exhibitor.

Berdasarkan penyelenggaraan TEI sebelumnya, tercatat buyer terbesar berasal dari Tiongkok (11,84%), Jepang (6,20%), Australia (5,38%), Afrika Selatan (4,78%), India (4,68%), Korea Selatan (4,57%), Amerika Serikat (4,18), Zimbabwe (3, 81%), Malaysia (3,66%), Arab Saudi (2,93).

Dari komposisi produk, beberapa yang paling diminati buyers adalah tekstil dan produk tekstil, diikuti produk home decoration, produk pertanian, produk fesyen dan aksesori, serta produk furnitur kayu.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada TEI 2014 juga akan diberikan Primaniyarta Award kepada 15 eksportir Indonesia terbaik yang telah meningkatkan dan mengembangkan ekspor secara berkualitas, baik berupa diversifikasi produk, maupun pasar tujuan ekspor. Primaniyarta Award 2014 terdiri dari empat kategori, yaitu Kategori Eksportir Berkinerja, Kategori Eksportir Pembangun Merek Global, Kategori Eksportir Potensi Unggulan, dan Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru.

Berdasarkan zonasi produk, di Hall A akan ditampilkan produk otomotif dan komponennya, elektronik, alat kesehatan, alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, peralatan olah raga, ban, produk pertanian dan manufaktur, kimia, peralatan rumah tangga, bahan bangunan, dan jasa (bisnis, konstruksi, IT, pertambangan, tenaga kerja terlatih, dan lain-lain).

Hall B akan diisi oleh beragam jenis furnitur, dan Hall C akan berisi aneka makanan dan minuman. Sementara itu, Hall D akan menampilkan produk premium dan gaya hidup, seperti fesyen, kulit, aksesori, perhiasan, kecantikan, Desainer Dispatch Service Pavilion, Pride of Indonesia Pavilion, dan ASEAN Pavilion.

Sedangkan Hall F akan diisi produk terbaik dari provinsi di Indonesia. Selain itu, produk seperti rumah knockdown, panel energi sinar matahari, dan alat berat akan menghiasi sisi ruang terbuka TEI 2014.

Selain pameran, TEI 2014 juga memiliki acara pendukung yang menguntungkan bagi para pelaku bisnis, antara lain Trade and Investment Forum (TI Forum) 2014, yang terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan, seperti Trade and Investment Seminar yang merupakan hasil kerja sama Kemendag dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) , dialog interaktif, export summit , dan klinik bisnis. Selain itu, diselenggarakan pula business matching, lomba artikel dan foto untuk jurnalis, serta lomba penulisan esai bagi mahasiswa. (*Kemendag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *