TNI Ujicoba Rudal C-705 Dari KRI Celurit-641 Mengalami Masalah

Thursday, Sep 15, 2016 | 856 views

Aktualita.co – Tentara Nasional Indonesia menggelar latihan Armada Jaya 34 yang digelar di perairan laut Banongan – Situbondo. Salah satu yang dijajal dalam latihan tersebut adalah menguji coba Rudal C-705 yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dari geladak KRI Banjarmasin pada Rabu, 14 September 2016.

Uji Coba peluncuran Rudal C-705 oleh KRI Clurit 641 sebagai kapal utama yang berkesmpatan untuk meluncurkan rudal asal tiongkok ini, pada armada jaya 34 di laut jawa, rabu (14/9). Pada peluncuran rudal terjadi kesalahaan teknis rudal terlambat meluncur serta titik fokus yang tidak sesuai target, Jokowi menjelaskan

Latihan Armada Jaya 34 melibatkan 3 KRI dan tak kurang dari 1745 marinir Angkatan Laut. Dalam latihan tersebut Rudal C-705 ditembakkan dari KRI Celurit-641 ke KRI Karimata yang tak lagi digunakan. Tetapi saat ujicoba, rudal hanya mengenai laut lepas berjarak 55 kilometer. Sebelumnya, sempat terjadi inisiden tidak lepasnya rudal walaupun telah ditembakkan.

Dipilihnya KRI Celurit karena rudal ini dipasang di platform kapal rudal cepat yang memiliki bobot 50–500 ton, dimana KRI Celurit memiliki bobot 250 ton.

Mengenal Kecanggihan Rudal C-705

Rudal C-705 merupakan rudal anti kapal selam yang merupakan hasil kesepakatan legasi Kementerian Pertahanan Indonesia dengan SASTIND China. Saat ini, Indonesia baru membeli untuk ujicoba. Belum ada kesepekatan lebih lanjut. Kerja sama akan diperpanjang apabila rudal tersebut dianggap layak. Rencananya nantinya kerjasama ini juga meliputi alih teknologi.

Rudal ini diperkanalkan pertama kali ke publik oleh China saat Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008. Misil ini adalah pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602. Pengembangan rudal baru ini fokus ke tiga hal: elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu.

Rudal C-705 dengan bobot 11o kilogram termasuk senjata terbaru yang dimiliki TNI-AL dan disebut-sebut bisa menjangkau sejauh 75-80 kilometer tanpa rocket booster. Jika disertai pendorong, daya jangkaunya bisa lebih dari 170 kilometer.

Rudal ini memiliki kemampuan terbang rendah sekitar 12,5 meter dari permukaan air laut yang sengaja dirancang agar rudal tidak mudah terdeteksi radar.

Tak heran jika C-705 disebut sebagai rudal lintas cakrawala (over the horizon). C-705 mampu mengandaskan kapal perang berbobot hingga 1.500 ton. Daya hancurnya mencapai 95 persen. Artinya, sasaran penembakan dipastikan hancur.

Like it? Share it!

Leave A Response