Terapkan Fair Usage Policy, IndiHome Tuai Kecaman

Monday, Feb 1, 2016 | 2522 views

Aktualita.co – Layanan Indonesia Digital Home atau yang biasa disebut IndiHome mulai hari ini, Senin 1 Februari 2016 menerapkan kebijakan yang disebut Fair usage policy. Secara sederhana pengertian fair usage policy adalah kebijakan dimana  setelah pelanggan mencapai kuota yang ditetapkan IndiHome maka kecepatan akses internet pelanggan tersebut akan turun sesuai dengan ketentuan provider.

Sesuai dengan namanya fair usage, maka fair usage menurut IndiHome merupakan pemakaian wajar yang biasa dilakukan oleh penggunanya. Munculnya kebijakan pembatasan fair usage ini seperti yang diungkapkan IndiHome pada laman websitenya sebagai bagian dari upaya Telkom agar pelanggan tetap mendapatkan layanan berkualitas.

Menurut IndiHome beberapa hal yang biasa dilakukan oleh konsumen yang pemakaiannya tidak wajar adalah melakukan reselling atau menjual ulang layanan IndiHome.

IndiHome pun memberikan perhitungan batas usage fair yang diberikan. Misalnya 300 GB yang diberikan bagi pengguna 10 mbps setara dengan  menonton film kualitas SD selama 1800 jam atau 120 film. Atau setara dengan nonton film kualitas HD setara 300 jam.

indiehome

Fair Usage Policy Dianggap Tidak Fair

Tidak hanya bagi pengguna IndiHome, tetapi semua provider yang menerapkan fair usage policy dianggap menerapkan aturan yang tidak masuk akal dan tidak fair.

Tak hanya itu, dengan kebijakan ini, maka IndiHome yang mengungkapkan bahwa layanannya merupakan layanan internet unlimited sudah menjadi layanan yang limited.

Kebijakan menerapkan fair usage policy menjadi salah satu hal yang dikeluhkan pelanggan IndiHome di sosial media setelah sebelumnya memberlakukan pemblokiran terhadap Netflix pada beberapa minggu lalu.

Atas kebijakan tersebut, kini sudah beredar petisi online melalui laman Change.org yang meminta penghapusan fair usage policy yang diterapkan IndiHome. Petisi online ini baru mendapat dukungan kurang dari 100 tandatangan saat berita ini ditulis.  (Petisinya bisa dibuka melalui laman berikut)

“Kebijakan ini sangat merugikan bagi pengguna layanan ini. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan kuota Internet yang seharusnya Unlimited menjadi sistem kuota. Pembatasan ini tidak ada bedanya dengan layanan Mobile Broadband,” tulis Yogi Christianto pada Senin, (1/2/2016).

Like it? Share it!

Leave A Response