Tak Ada Tindakan Serius, KAPKI Pertanyakan Harga Karet yang Semakin Menurun

Monday, Feb 1, 2016 | 971 views

Aktualita.co – Sudah empat tahun harga karet di tingkat petani menurun. Parahnya, sejak Joko Widodo jadi Presiden harga karet terus anjlok. Kini harganya hanya kisaran Rp 4 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 15 ribu.

“Pak Jokowi, tolong jelaskan kenapa harga karet tidak meroket, tidak naik?” ujar aktivis dari Kelompok Anak Petani Karet Indonesia (KAPKI) Ginanda Siregar melalui siaran pers yang diterima Aktualita pada Senin, (1/2).

KAPKI mencatat, tahun 2012 harga karet sempat mencapai Rp 15 ribu, turun menjadi Rp 12 ribu – Rp 10 ribu di tahun 2013 dan 2014, turun lagi Rp 8 ribu – Rp 5 ribu di tahun 2015, dan sekarang tahun 2016 anjlok lagi mencapai titik nadir menjadi Rp 4 ribu bahkan Rp 3 ribu.

Jelas Ginanda, masyarakat di pedesaan khususnya petani karet bertanya-tanya kenapa harga karet terus menurun. Padahal, para petani sudah berusaha getah karet yang dihasilkan berkualitas baik, seperti kering dan bersih.

Menurut Ginanda Siregar, ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab Jokowi seputar anjloknya harga karet. Apakah kualitas karet Indonesia kalah saing di pasar internasional; apakah ada permainan mafia karet; apakah karena melemahnya perekonomian internasional; apakah ada pengaruh kegaduhan politik dan hukum nasional; apakah karena ketidakmampuan pemerintah mengkelolah karet hingga barang jadi; apakah paket-paket ekonomi yang diluncurkan tidak mujarab.

“Atau apakah Bapak Jokowi tidak mampu jadi presiden rakyat?” ujar Ginanda.

Namun amatan Ginanda, Jokowi sebenarnya bukan tidak mampu membantu jutaan petani karet. Apalagi Jokowi punya pembantu yang hebat-hebat seperti Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

“Sebenarnya yang ditunggu adalah good will dan political will Pak Jokowi untuk membantu petani karet. Pemerintah harus campur tangan jangan malah jadi penonton,” terang Ginanda Siregar
Untuk mengetuk pintu hati Jokowi, Ginanda menambahkan, akibat rendahnya harga karet saat ini, kehidupan petani karet menjadi sengsara, banyak anak petani yang berhenti dan terancam berhenti sekolah, dan merebaknya kriminal seperti pencurian di tengah-tengah masyarakat.

Diketahui, Indonesia memiliki areal karet paling luas di dunia yakni 3,4 juta hektar dan merupakan negara penghasil karet alam terbesar kedua setelah Thailand (karena produksi industri karet nasional masih rendah). Sayangnya, sekitar 85 persen produksi karet dalam negeri masih diekspor dalam bentuk karet mentah dan sisanya untuk konsumsi dalam negeri. (PR/Aktualita)

Like it? Share it!

Leave A Response