Foto: Shutter Stock

Studi : Begadang Pada Remaja Tidak Selalu Karena Sikap Malas

Posted on
kurang tidur
foto: shutterstock

Aktualita.co – Selama ini sikap remaja yang mudah marah dan tersinggung kerap kali hanya dihubungkan dengan usia mereka. Banyak orang yang hanya menganggap bahwa di usia remaja karena pengaruh hormon sehingga remaja menjadi gampang tersinggung. Tetapi baru-baru ini berdasarkan hasil sebuah studi diperoleh kesimpulan bahwa kurang tidur menjadi salah satu alasan mengapa remaja menjadi gampang tersinggung dan sikap kurang menyenangkan lainnya.

Tubuh manusia mengalami berbagai transformasi selama masa pubertas, salah satunya melibatkan perubahan jam tubuh. Akibat perubahan jam tubuh ini, remaja terkadang menjadi sulit untuk tidur sebelum pukul 23.00 malam. Bagi Anda yang telah dewasa, mungkin masih mengingat bagaimana pada saat remaja begitu mudahnya untuk begadang. Di satu sisi lainnya, remaja sudah harus bersiap sekolah pada pukul 6 pagi. Inilah yang dapat diidentifikasi menyebakan remaja jadi mudah tersinggung, kelelahan dan kurang gairah. Kesimpulan ini berdasarkan studi yang ditulis dalam jurnal Learning, Media, and Technology, dikutip dari Medical Daily, Minggu (28/9).

Studi ini pada akhirnya akan mencari tahu efek negatif dari kekurangan tidur pada remaja terutama dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga akan menemukan waktu terbaik untuk proses pembelajaran.

Gagasan menyesuaikan waktu sekolah reguler agar lebih sesuai dengan jam biologis remaja telah dibahas dan dipelajari secara luas, dan telah menunjukkan akan menyebabkan siswa lebih fokus dan secara keseluruhan menjadi lebih produktif.

“Kebijakan yang baik harus didasarkan pada bukti kuat dan data yang menunjukkan bahwa anak-anak saat ini ditempatkan pada kerugian yang sangat besar dengan dipaksa untuk mengikuti waktu belajar yang sekarang,” tulis para penulis.

Begadang tidak selalu bermakna bahwa mereka adalah pribadi yang menyenangi pesta dan juga pemalas. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang-orang kreatif cenderung lebih produktif saat larut malam – misalnya mereka yang melibatkan kegiatan seperti menulis, melukis, atau membuat musik. Sebuah studi dari London School of Economics menemukan bahwa orang yang menyesuaikan kegiatan mereka saat tengah malam lebih cerdas memiliki IQ tinggi. Penelitian lain menunjukkan bahwa mereka yang suka begadang adalah pribadi yang lebih santai dan lebih baik di sore hari ketika mereka yang berkarya di pagi hari mulai mengantuk.

Dalam studi ini, para peneliti menilik sistem waktu sirkadian remaja dan hubungannya dengan pola tidur, namun malah menemukan, mengubah waktu mulai belajar di sekolah bisa meningkatkan pembelajaran serta mengurangi risiko kesehatan anak remaja. Sebab, seiring waktu, kekurangan waktu tidur bisa menimbulkan konsekuensi serius terhadap pencapaian akademis, sikap di lingkungan sosial, dan kesehatan remaja secara keseluruhan. (sumber: MedicalDaily)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *