Setelah Ke Filipina, Komunitas Reyog Ponorogo DKI Jakarta Siap Ramaikan FNRP XXIII

Friday, Sep 16, 2016 | 553 views

Aktualita.co – Setelah dipercaya menjadi Duta Seni Reyog Ponorogo Indonesia ke Filipina 20-27 Agustus 2016 lalu, para pegiat dan seniman Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) XXIII Grebeg Suro 2016. Festival yang menurut rencana diikuti sekitar 60 tim Reyog Ponorogo dari berbagai daerah di Indonesia akan berlangsung 25 September hingga 1 Oktober 2016 di Panggung Utama Alun-alun Kabupaten Ponorogo – Jawa Timur.

reyog

Sekretaris Komunitas Reyog Ponorogo (KRP) M Syaiful Jihad menyampaikan kesiapan kontingen kesenian Reyog Ponorogo DKI Jakarta untuk mengikuti FNRP XXIII Grebeg Suro 2016 dengan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta. Sebelumnya, tahun 2014 dan 2015 Komunitas Reyog Ponorogo mengirimkan kontingen secara swadaya ke Festival Reyog.

“Meski ada kebutuhan yang dipenuhi secara swadaya, dukungan dari Pemprov DKI Jakarta menjadi motivasi kami untuk tampil sebaik dan semaksimal mungkin. Terakhir kontingen DKI Jakarta menjadi juara tahun 2012 dengan meraih Piala Presiden RI melalui grup reyog Bantarangin Jakarta,” kata Syaiful di kantor KRP – Jakarta Timur, Jum’at (16/9).

Kontingen kesenian Reyog Ponorogo DKI Jakarta tahun ini diperkuat oleh para pelaku seni dari mahasiswa Seni Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), anggota TNI, anggota POLRI dan anggota sanggar yang tergabung dalam Komunitas Reyog Ponorogo (KRP).

Sementara di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Sapto Djatmiko mengatakan FNRP XXIII Grebeg Suro 2016 -sebelumnya bernama Festival Reyog Nasional (FRN)- merupakan wahana untuk kelestarian budaya sekaligus sebagai sinergisitas dalam meningkatkan industri kepariwisataan budaya secara nasional.

“Dengan dampak tentunya ekonomi lokal sekaligus kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sektor kepariwisataan dan penunjangnya,” kata Sapto.

Lanjutnya, pelaksanaan Festival Reyog selalu mendapat antusiasme dari para pelaku seni Reyog Ponorogo dari seluruh pelosok tanah karena menjadi ajang bergengsi unjuk kebolehan memperebutkam Piala Bergilir Presiden Ri.

“Masyarakat dan pecinta Reyog Ponorogo berharap Festival ini dapat dibuka dan ditutup oleh Menteri, karena memperebutkan Piala Presiden Ri,” pungkas Sapto. (PR)

Like it? Share it!

Leave A Response