Sejarah Embraer EMB-314 Super Tucano Memperkuat Armada TNI AU

Wednesday, Feb 10, 2016 | 1530 views

Aktualita.co – Salah satu jenis pesawat yang dimiliki angkatan udara Indonesia adalah Embraer EMB-314 Super Tucano. Pesawat ini diproduksi oleh perusahan Brasil Embarer. Pesawat berbaling-baling ini biasa juga disebut ALX atau A-29. Super Tucano merupakan pesawat turboprop yang dirancang sebagai pesawat serang ringan, dukungan udara dekat, misi pengintaian udara di lingkungan rendah ancaman serta sebagai pesawat latihan bagi pilot.

Super Tucano TNI AU Malang

Super Tucano TNI AU Malang

Untuk keperluan pertempuran udara, pesawat ini bisa dilengkapi dengan tujuh jenis senapan mesin, yakni dua unit senapan mesin FN Herstal M3P kaliber 12,7 mm jenis di bagian sayap, 1 unit kanon GIAT M20A1 kaliber 20 mm di badan pesawat, senapan mesin FN Herstal HMP kaliber 12,7 mm, dan empat minigun Dillon Aero M134 kaliber 7,62 mm.

Adapun bagian sayapnya mampu membawa 4 unit roket berkaliber 70 mm yang bisa digunakan untuk pertempuran udara atau menembak target di darat. Tak hanya itu, Super Tucano juga bisa membawa bom dalam misi-misi tertentu.

Indonesia pertama kali menandatangani pembelian pesawat tempur serang ringan EMB-314 Super Tucano pada Juni 2011 sebanyak 8 pesawat. Pesawat tersebut berbasis di markas TNI AU di LanUd Abdul Rachman Saleh Malang datang pertama kali sebanyak 4 unit pada September 2012 dan sisanya pada akhir 2014.

Indonesia sebenarnya berencana membeli sebanyak 16 unit, tetapi sempat meninjau ulang rencana pembelian 8 unit sisanya setelah Presiden Brasil Dilma Vana Rousseff menunda menerima surat kepercayaan (credential) dari Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Rianto pada Februari 2015 lalu.

Indonesia sendiri membeli super tucano untuk menggantikan pesawat Bronco OV-10 dan FAC Bae Hawk MK 53. Super Tucano memiliki kemampuan menempuh operasi jarak jauh karena dilengkapi mesin jenis Hartzell 5-blade dan Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop yang masing-masing berkuatan 1.196 kW. Dengan mesin tersebut, Super Tucano mampu melesat hingga 590 km per jam hingga jarak 1.330 km.

Pesawat super tucano dioperasikan oleh Skuadron Udara 21 sebagai bagian dari 2nd Wing. Selain Indonesia negara yang juga mengoperasikan pesawat super tucano diantaranya Brasil, Republik Dominika, Kolombia, Ekuador, Chili, Angola, Burkina Faso, Mauritania, Afghanistan, dan Angkatan Udara Amerika Serikat. Selain itu juga tengah dipesan sejumlah negara lain seperti Senegal, Honduras, Lebanon, Mali dan Ghana.

Pada Rabu, (10/2) sekitar pukul 10.00 WIB satu pesawat jenis Super Tucano ini mengalami kecelakaan. Pesawat yang tengah digunakan untuk latihan ini jatuh di jalan LA Sucipto, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur dan menimpa rumah seorang warga.

Like it? Share it!

Leave A Response