SBY Pertahankan Harga BBM Karena Tidak Ingin Bebani Rakyat

Posted on
sby
Foto: youtube.com

Jakarta, Aktualita.co – Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah wawancara bertajuk “Isu Terkini dan Respon Presiden SBY” menyampaikan penjelasannya. Wawancara tersebut dimuat di laman akun Youtube SBY, mengupas berbagai isu terkini terkait perekonomian Indonesia termasuk soal RAPBN yang disebut banyak kalangan membebani pemerintahan selanjutnya, juga soal defisit angggaran serta subsidi pemerintah.

RAPBN 2015 menurut SBY adalah pijakan dasar sehingga masih ada ruang untuk sebuah perubahan. Sehingga jika pemerintahan baru memandang perlu perubahan itu masih memungkinkan diubah. Dirinya pun menyangkal pandangan yang menyatakan bahwa tidak ada ruang untuk melakukan perubahan. Sehingga jika janji-janji Jokowi yang diucapkannya pada masa kampanye masih tetap bisa diwadahi diperubahan RAPBN 2015.

Persoalan subsidi menurut SBY memang banyak tidak disukai terutama bagi negara yang menganut sistem kapitalistik atau yang disebut neolib. “Bagi saya, untuk Indonesia, mengingat masih banyak saudara-saudara kita yang miskin, yang daya beli rendah, kalo subsidi itu betul-betul untuk menolong rakyat, jumlahnya tidak berlebihan, dan juga tepat sasaran saya kira tidak keliru, ” jelas Presiden SBY.

Walaupun demikian, presiden SBY juga berharap bahwa subsidi ini dapat terus dilakukan tetapi harus bertahap sehingga tidak menimbulkan gonjakan sosial ekonomi. “Jelas saya sadar, subsidi BBM ini harus dikurangi,” lanjut SBY.

SBY merasakan bahwa desakan untuk menaikkan BBM di akhir masa jabatannya memang ada. Ia pun menceritakan pengalamannya walaupun dulu jarak harga BBM tinggi sekali tetapi beliau tidak mendesak pemerintah sebelumnya untuk menaikkan BBM. Ia pun mengingatkan bahwa dulu setiap pemerintahannya selalu ditolak ketika akan menaikkan harga BBM. Ia pun mempertanyakan mengapa tiba-tiba pemerintahannya dipaksa untuk menaikkan harga BBM. “Tidakkah hal ini akan menaikkan angka kemiskinan, tidakkah akan membebani masyarakat?” jelas SBY menyamakan alasan yang sama yang digunakan banyak fraksi yang menolak ketika dirinya akan menaikkan BBM.

Walaupun demikian, menurut SBY, pemerintahannya tetap memantau situasi. Jika misalnya dalam 7 pekan tersisa ini ternyata harga minyak dunia mer0ket maka pemerintahanya bisa saja menaikkan BBM.

Adapun mengenai defisit anggaran, menurutnya sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menjawab hal tersebut. Ia mengingatkan hal-hal tersebut seperti beberapa kali menaikkan harga BBM, juga menaikkan tarif dasar listrik, pertamina juga sudah berencana untuk menaikkan elpiji 12 kg, dan dirinya juga telah memangkas berbagai anggaran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *