Presiden SBY selepas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (5/10/2014). (Foto:twitter.com/SBYudhoyono)

SBY Jelaskan Hubungannya Dengan Megawati Melalui Twitter

Posted on
Presiden SBY selepas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (5/10/2014). (Foto:twitter.com/SBYudhoyono)
Presiden SBY selepas Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (5/10/2014). (Foto:twitter.com/SBYudhoyono)

Aktualita.co – Presiden SBY yang juga bertindak sebagai Ketua Umum Partai Demokrat selama ini dianggap tidak menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri terutama berkaitan dengan pemilihan pimpinan DPR RI.

Untuk menjawab berbagai hal yang berkembang di masyarakat, lewat akun mikrobloging Twitter milinya, Ketua Umum Partai Demokrat ini menjelaskan hal tersebut lewat rangkaian “kicauannya”.

“Pd hari mulia ini, izinkan sy menjawab perbincangan ttg niat sy bertemu Ketum PDIP Ibu Megawati, diisertai rasa hormat sy pd beliau,” tulis Presiden SBY diakhiri tanda *SBY yang berarti kicauan tersebut ditulis sendiri oleh beliau pada Minggu (5/10/2014) malam.

“Sudah lama banyak yg tanyakan & sayangkan mengapa kami berdua tidak bisa saling bicara langsung utk kebaikan bangsa,” lanjut SBY.

Menurut SBY selama ini dirinya dianggap menutup diri terhadap silaturahmi dan komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Padahal menurutnya, ia selama 10 tahun kepemimpinannya berusaha untuk bisa bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri. Tetapi Allah belum mengizinkan.

“Almarhum Bapak Taufik Kiemas, sampai akhir hayatnya, juga ingin kami berdua bisa menjalin komunikasi lagi demi kebaikan bangsa,” lanjut SBY,

“Cukup sering saya bertemu Pak Taufik Kiemas & Mbak Puan. Juga para pimpinan PDIP, yg dikatakan menyampaikan pesan dr Ibu Mega,” terang Presiden SBY.

“Selama ini pesan Ibu Mega saya respons positif. Jika tidak mungkin saya lakukan sebagai Presiden, juga saya sampaikan baik-baik,” urainya.

“Berkaitan dgn dinamika politik sebelum Pilpres 2014 lalu, saya juga menyampaikan pesan kesiapan saya utk bertemu Ibu Mega,” tulis SBY selanjutnya.

“Sayang, respons yang saya terima kurang positif. Pertemuan urung terlaksana. Publik & media, saya kira juga tahu,” urai SBY menyebutkan alasannya.

“Kini, akan saya jelaskan jam-jam menjelang dilakukannya pemilihan unsur pimpinan DPR RI yg lalu, khususnya komunikasi yg terjadi,” terang SBY menjelaskan dinamika yang terjadi menjelang pemilihan pimpinan DPR RI.

“Tgl 30 September 2014 mlm, sy bertemu Pak Jokowi (Presiden Terpilih) & Pak Hatta Rajasa di Istana Negara utk bicarakan politik terkini,” jelas Presiden SBY.

“Pertemuan dgn Pak Jokowi berlangsung baik. Ketika PDIP inginkan kebersamaan di DPR, saya sampaikan pertemuan SBY-Mega penting,” tulis SBY selanjutnya. “Pertemuan saya dgn Pak Jokowi selama ini baik & konstruktif. Pertemuan antara Presiden “incumbent” dgn Presiden Terpilih.”

“Tetapi, utk sebuah kebersamaan politik antara PDIP & PD, tentunya yg mesti bertemu adalah kedua pemimpin partai. Itu pikiran saya,” jelas SBY. ”

Jika kedua Ketua Umum (PDIP & PD) bertemu, maka akan saling mengetahui kehendak, niat & semangat yang baik utk sebuah kebersamaan. Namun, nampaknya pertemuan penting di saat “kritis” itu tidak terjadi. Saya mendengar nanti pada saatnya Bu Mega akan “menerima” saya,”   jelas SBY dalam 2 rangkaian tweet selanjutnya.

“Tgl 1 Oktober 2014, setelah menghadiri Pelantikan Anggota DPR, DPD & MPR, Pak JK, sahabat saya, temui saya di Gedung DPR. Intinya, Pak JK mengatakan akan baik jika ada solusi bersama utk mengatasi situasi politik yg mengkhawatirkan. Pikiran itu jernih.  Saya respons bahwa saya setuju & pikiran saya sama. Kuncinya, sekali lagi, jika ada pertemuan & komunikasi langsung saya dgn Ibu Mega,” lanjut SBY dalam kicauan yang ditulis dalam 3 postingan.

“Hingga 1 Oktober malam, pertemuan yang sudah lama saya harapkan itu memang tidak terjadi,” ujar presiden SBY,

“Demikianlah penjelasan saya, agar duduk persoalannya menjadi jelas. Semoga Idul Qurban ini menjadi momen yg baik bagi kita semua,” ujar SBY diakhir kicauannya.

Menanggapi kicauan ini Wakil Presiden terpilih, Yusuf Kalla menyampaikan tanggapannya terhadap kicauan presiden SBY.

“Siapa bilang Ibu Mega tidak mau bertemu SBY? Ibu Mega siap, tetapi setelah selesai urusannya, soal kemarin pemilihan Ketua DPR itu,” kata Kalla usai menghadiri pertemuan para elite Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di kediaman pribadi Megawati Soekarnoputri di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (5/10).

Menurut Kalla, andaikan pada saat pemilihan Ketua DPR, pada 1 Oktober lalu tercapai kesepakatan antara Koalisi Indonesia Hebat dan Partai Demokrat, maka pertemuan SBY-Megawati bisa terjadi.

“Kalau sudah sesuai kesepakatan dicapai, baru ketemu. Bukan soal percaya atau tidak. Kan, sebagai ucapan terima kasih harus ketemu. Dan itu sudah ditawarkan ke SBY ketemu, besoknya, setelah acara pemilihan Ketua DPR,” kata mantan Wakil Presiden periode 2004-2009 itu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *