Sastrawan Angkatan 45 Sitor Situmorang Tutup Usia

Posted on

Aktualita.co – Dunia sastra Indonesia kembali berduka. Penyair angkatan 45, Sitor Situmorang meninggal dunia di usia yang ke-91 tahun di kediamannya di Belanda pada Sabtu, (20/12) pukul 21.00 waktu setempat.

Berbagai ucapan belangsungkawa mengalir melalui sosial media. “Pagi ini dapat berita dari Apeldoorn, Belanda, sasterawan #SitorSitumorang meninggal dunia,” tulisan sejarahwan JJ Rizal di akun twitter. JJ Rizal merupakan sastrawan yang menjadi editor dari buku berjudul Sitor Situmorang yang berisi puisi-puisi Sitor Situmorang sejak 1980 – 2005.

sitor-situmorang1Sitor Situmorang adalah penyair kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada 2 Oktober 1923. Beliau memulai kariernya sebagai jurnalis pada Harian Suara Nasional dan Harian Waspada pada 1945-1947. Selanjutnya, ia menjadi koresponden di Yogyakarta (1947-1948), Berita Indonesia, dan Warta Dunia (Jakarta, 1957). Ia pernah menjadi pegawai Jawatan Kebudayaan Departemen P & K, dosen Akademi Teater Nasional Indonesia (Jakarta), anggota Dewan Nasional (1958), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara MPRS mewakili kalangan seniman, anggota Badan Pertimbangan Ilmu Pengetahuan (1961-1962), dan Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (1959-1965).

Di masa Orde Baru, Sitor pun pernah dipenjara sebagai tahanan politik di penjara Gang Tengah Salemba pada 1967-1974 akibat karyanya dalam kumpulan esai Sastra Revolusioner tanpa proses pengadilan.

Karya-Karya Sitor Situmorang

Puluhan karya seperti puisi maupun cerita pendek pernah dihasilkannya. Beberapa di antaranya adalah ‘Pertempuran dan Salju di Paris’ (1956) yang mendapat Hadiah Sastra Nasional di tahun 1955, dan kumpulan sajak ‘Peta Perjalanan’ yang memperoleh Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta di tahun 1976.

Surat Kertas Hijau, kumpulan puisi (1954)
Jalan Mutiara, drama (1954)
Dalam Sajak, kumpulan puisi (1955)
Wajah Tak Bernama, kumpulan puisi (1956)
Rapar Anak Jalang (1955)
Zaman Baru, kumpulan puisi (1962)
Pangeran, kumpulan cerpen (1963)
Sastra Revolusioner, kumpulan esai (1965)
Dinding Waktu, kumpulan puisi (1976)
Sitor Situmorang Sastrawan 45, Penyair Danau Toba, otobiografi (1981)
Danau Toba, kumpulan cerpen (1981)
Angin Danau, kumpulan puisi (1982)
Bunga di Atas Batu, kumpulan puisi (1989)
Toba na Sae (1993) dan Guru Somalaing dan Modigliani Utusan Raja Rom, sejarah lokal (1993).
Rindu Kelana, kumpulan puisi (1994)
Sitor juga menerjemahkan karya asing ke dalam bahasa Indonesia, yakni: Sel, terjemahan drama karya William Saroyan (1954) danHikayat Lebak karya Rob Nieuwenhuys (1977).

(BERBAGAI SUMBER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *