Pulang Lebih Cepat, Bikin Pegawai Lebih Produktif

Posted on

Masyarakat Jepang selama ini dikenal sebagai pekerja keras dan menghabiskan banyak waktunya di kantor. Hal ini ditengarai menyebabkan tingginya tingkat stres pekerja di Jepang. Salah satunya saat bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pegawai biro iklan Dentsu–dimana peristiwa ini dianggap sebagai kematian karena terlalu banyak bekerja”.

VoA melansir data berdasarkan buku putih pemerintah yang dirilis Oktober menunjukkan bahwa hampir seperempat perusahaan memiliki pegawai yang bekerja lebih dari 80 jam lembur dalam sebulan. Angka tersebut merupakan ambang batas risiko “karoshi” atau kematian akibat terlalu banyak bekerja.

Etsuko Tsugihara, kepala eksekutif perusahaan kehumasan Sunny Side Up Inc seperti dilansir VoA mengungkapkan jika jam kerja yang berlebihan telah menjadi masalah besar.

Lalu apa yang dilakukan kantor-kantor di Jepang untuk mengurangi stres dalam bekerja?

Yah, mereka diminta pulang lebih cepat pada hari Jumat terakhir setiap bulan. Hari tersebut mereka namai sebagai Premium Friday. Kampanye Premium Friday ini telah diluncurkan secara resmi oleh Pemerintah Jepang.

Tidak sedikit perusahaan memberikan insentif tambahan agar pekerja mau mengurangi jam kerja mereka. Sunny Side Up misalnya memberikan uang tunai sebesar 3.200 yen bagi pekerja yang pulang jam 3 sore pada Premium Friday.

Lainnya, perusahaan penyewaan Orix Corp berencana memberikan sampai 50.000 yen untuk para pegawai yang mengambil sedikitnya lima hari cuti berturut-turut.

Ide membiarkan pegawai pulang lebih cepat ini disebut-sebut akan membuat pegawai lebih segar saat kembali bekerja di hari senin pekan berikutnya.

Pekerja perlu mengambil waktu sebentar, bernapas di udara terbuka dan lihat hal-hal baru sehingga melahirkan ide-ide baru. Hal seperti ini dianggap sangat penting bagi perusahaan.

Tak hanya itu, ide ini juga diharapkan membuat para ayah bisa terlibat lebih banyak dalam pengasuhan anak. Dan bagi Jepang yang mengalami kekurangan penduduk, peningkatan waktu luang juga berarti lebih banyak waktu untuk berhubungan seks untuk mendongkrak tingkat kelahiran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *