Program Kesehatan Tanpa Kartu Sakti

Posted on

kartu

Aktualita.co – Presiden Joko Widodo, pada 3 November 2014 lalu telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif.

Ada 20 Kementerian dan Instansi yang diterkait dengan inpres tersebut. Diantaranya adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK); Menko Polhukam; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas; Mendagri; Menteri Keuangan; Menteri Kesehatan; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Sosial; Menteri Agama; Menkominfo; Menteri BUMN; Jaksa Agung; Panglima TNI; Kapolril Kepala BPKP; Kepala Badan Pusat Statistik; Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Dirut BPJS Kesehatan; Para Gubernur; dan Para Bupati/Walikota.

Tetapi ditingkat daerah, ada 2 daerah yang selama ini telah sukses melakukan kebijakan serupa tanpa mengeluarkan “kartu sakti”. Kedua daerah yang bisa dijadikan contoh adalah Kabupaten Bantaeng di Sulawesi Selatan dan Kota Surabaya di Jawa Timur.

Di Kabupaten Bantaeng, memiliki program call center yang dapat dihubungi warga tidak mampu jika jatuh sakit. Masyarakat bisa menghubungi 113 yang beroperasi selama 24 jam. Selanjutnya, dokter yang siaga 24 jam di Bantaeng akan menghampiri rumah warga kurang mampu yang membutuhkan perawatan tersebut.

Jika di Bantaeng menggunakan saluran telepon. Di Surabaya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Tidak pakai kartu-kartu. Saya enggak punya uang. Kalau pakai kartu saya harus mencetak berapa juta?,” ujar saat berbagai pengalaman Pemkot Surabaya menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam e-governance dalam acara Raker Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SKK Migas-KKKS, Denpasar, Jumat (14/11/2014).

Menurut Risma dengan TIK  data diri warga pengguna layanan kesehatan sudah ada di sidik jari masing-masing. “Jadi kalau ada pasien datang ke poliklinik dan pingsan, tidak perlu bingung petugas medisnya mencari siapa ini namanya, punya alergi apa, punya kencing manis tidak, langsung saja di scan itu jarinya,” ungkap Risma.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *