Profil Marwah Daud Ibrahim Dan Hubungannya Dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Tuesday, Sep 27, 2016 | 2284 views

Aktualita.co – Aksi Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang disebut-sebut bisa menggandakan uang menarik perhatian banyak orang sejak lama. Hal tersebut justru semakin besar ketika ia ditangkap Polda Jawa Timur karena dianggap menjadi dalang pembunuhan bagi dua orang muridnya.

marwah-daud-ibrahim

Menariknya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi rupanya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah salah tokoh Indonesia, Marwah Daud Ibrahim yang pernah menjadi anggota DPR RI selama 3 priode dan dikenal sebagai tokoh perempuan yang kritis.

Marwah Daud Ibrahim, Ph.D. lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, 8 November 1956 dan pernah mengenyam pendidikan hingga ke American University, Washington DC, Amerika Serikat, jurusan Komunikasi Internasional, tahun 1982. Saat kuliah itulah ia mengisi waktunya dengan bekerja sebagai asisten peneliti Unesco, dan Bank Dunia.

Sepulang dari Amerika, ia bekerja di BPPT. B.J. Habibie, ketua BPPT saat itu, memberinya beasiswa ke Amerika lagi. Di universitas yang sama, ia mengambil Komunikasi Internasional bidang satelit, dan meraih gelar doktor tahun 1989 sebagai lulusan terbaik (distinction).

Dibidang organisasi ia aktif di ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), dengan menjabat sebagai Sekretaris Umum. Selain itu, ia aktif di Partai Golkar, partai yang membawanya ke gedung parlemen.

Tak hanya itu, Marwah Daud Ibrahim juga merupakan lulusan terbaik Lemhanas KSA-V 1995.

Marwah Daud Ibrahim dan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Ditengah berbagai aktifitas yang digelutinya, Marwah Daud Ibrahim merupakan Ketua Yayasan Kanjeng Taat Pribadi. Tak heran, saat Dimas Kanjeng ditangkap, ia menjadi juru bicara bagi sang guru.

Mahfud MD, dalam sebuah tulisan di Detik menyebut jika pada tahun 2014 saat kampanye Pilpres ia pernah diajak ke padepokan Dimas Kanjeng oleh Marwah Daud Ibrahim.

Menurut pengakuannya, Marwah Daud Ibrahim mulai menjadi santri Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejak tahun 2011 dan sekaligus menjadi ketua Yayasan.

sebelum akhirnya memutuskan untuk bergabung, Marwah Daud Ibrahim mempelajari terlebih dahulu sepak terjang padepokan itu. Tak hanya itu, Marwah juga berdoa meminta petunjuk dengan shalat istikharah. Proses terebut dijalaninya selama 1 tahun.

“Saya rasional sekali, saya pertaruhkan nama besar organisasi ada ICMI, MUI, saya di kerukunan Warga Sulsel, asosiasi penerima beasiswa Habibie, saya juga lulusan Amerika. Kemudian keluarga saya, anak saya. Yang saya takut kalau saya meninggal kemudian bagaimana. Jadi saya pelajari benar,” urainya.

Marwah Daud Ibrahim tak hanya yakin dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi tetapi juga kerap hadir langsung mengikuti pengajian, shalawat, khataman Alquran dan lainnya. Marwah punya cita-cita uang yang didapatkan dari Dimas lewat kemampuannya digunakan membiayai pendidikan anak Indonesia dan kalangan tidak mampu.

Like it? Share it!

Leave A Response