Profil John Hanke : Sosok Fenomenal Penemu Games Pokemon Go

Friday, Jul 15, 2016 | 6341 views

Aktualita.co – Saat ini hampir semua pencinta games mobile tengah gandrung dengan Pokemon Go. Aplikasi games di andoid dan iOs produksi Niantic ini juga banyak digila pengguna games di Indonesia bahkan walau belum rilis secara resmi di Indonesia.

profil John Hanke

Hebatnya, Pokemon Go bahkan telah memecahkan rekor dengan jumlah download 10 juta dalam waktu hanya satu minggu. Hasil ini melebih pencapaian pengguna harian twitter, dan Pokemon Go juga mengalahkan facebook, snapchat, instagram dan whatsapp untuk waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna harian. Seperti diketahui Pokemon Go baru mulai rilis pada 6 Juli 2016 di Amerika Serikat, Australia, dan New Zealand.

John Hanke sendiri menyebut bahwa ada tiga hal yang pengguna dapatkan dalam permainan Pokemon Go yaitu olahraga, mengenal daerah sekitarmu, dan berinteraksi dengan pemain lainnya.

Lalu siapakah dibalik penemuan games fenomenal Pokemon Go ini? Penemu games Pokemon Go adalah John Hanke. John Hanke saat ini menjadi CEO dari Niantic Labs. Ia dibesarkan di Cross Plains Texas. Latar belakang pendidikan John Hanke adalah sarjana University of Texas, Austin.

Ia menerima gelar MBA dari Haas School of Business di University of California, Berkeley pada tahun 1996. Sebelum sekolah bisnis, dia bekerja di luar negeri untuk Pemerintah AS di Washington, DC, dan Myanmar.

Cerita Penemuan Game Pokemon Go

Cerita asal mula penemuan game Pokemon Go sudah mulai dijajaki oleh John Hanke sejak 20 tahun lalu. Dimulai sejak ia masih duduk di bangku sekolah, John sudah memiliki perhatian pada dunia online game. Tahun 1996, John Hanke sebagai co-creat, menciptakan sebuah MMO (massively multiplayer online game) pertama yang diberi nama Meridian 59. Tapi kemudian dia menjual game tersebut kepada 3DO.

Salah satu cita-cita dan passionnya adalah memetakan dunia. Tahun 2000, John meluncurkan Keyhole yang menghubungkan peta dengan foto udara. Dia lantas menciptakan peta dunia yang mengikutsertakan GPS yang terhubung pada foto udara tiga dimensi. Dulu, dia yang pertama membuat peta canggih ini.

Keyhole merupakan cikal bakal Google Earth dimana sebelum membuat Google Earth, Google terlebih dahulu membeli Keyhole. Sejak saat itulah, dia bertekad untuk fokus pada game yang berbasis GPS.

“Saya selalu berpikir bahwa saya bisa membuat game canggih dengan menggunakan data GPS yang kita miliki. Penggunaan ponsel yang semakin berkembang menjadi peluang besar untuk mengembangkan game petualangan yang bisa terkoneksi dengan dunia nyata,” tutur Hanke.

Perhatian Jhon Hanke pada pemetaan terus berjalan seiring pada tahun 2004 ia menjalankan tim Google Geo hingga tahun 2010. Selama enam tahun, dia dan timnya membuat Google Maps dan Google Street View.

Tahun 2010, dia lantas meluncurkan Niantic Labs. Pada saat itu masih Niantic masih sebuah startup yang didanai Google. Bersama Niantic Labs, dia dan timnya membuat sebuah game pada peta.  Dua tahun kemudian, Niantic membuat MMO berbasis geo pertama yang disebut dengan Ingress.

John akhirnya memutuskan untuk membangun Pokemon Go pada sebuah titik pertemuan yang dibuat para pemain Ingress. Titik temu yang paling populer akhirnya menjadi Pokestops dan gyms di Pokemon Go.

John menghasilan $25 juta atau sekitar Rp 326 miliar dari Google, Nintendo, Perusahaan Pokémon dan investor lainnya dari Desember 2015 hingga Februari 2016 untuk membentuk sebuah tim. Ada lebih dari 40 anggota tim yang bekerja demi meluncurkan Pokemon Go tahun ini.

Like it? Share it!

Leave A Response