Profil Heru Budi Hartono Calon Wakil Gubernur Pendamping Ahok

Monday, Mar 7, 2016 | 15138 views

Aktualita.co – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono digadang-gadang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai wakil gubernur untuk maju melalui jalur independen di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 mendatang.

profil Heru Budi Hartono
Nama Heru Budi Utomo merupakan Pegawai Negeri Sipil kedua yang pernah disebut-sebut akan mendampingi Ahok setelah sebelumnya nama mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handayani (Yani) yang akan mendampingi Ahok ketika naik menggantikan posisi yang ditinggalkan Jokowi. Tetapi saat itu, akhirnya PDI-P justru memilih kadernya Djarot Syaifullah untuk mendampingi Ahok.

Ahok sendiri mengungkapkan bahwa alasan dirinya memilih Heru karena PDI-P tak kunjung memberikan keputusan apakah memberikan ijin kepada Djarot Syaifullah untuk maju melalui jalur Independen. Karena itulah dirinya menempatkan nama Heru Budi Hartono yang berasal dari PNS agar masyarakat tahu bahwa ada juga PNS yang baik.

Heru Budi Hartono telah menyatakan kesiapannya untuk maju mendampingi Ahok. “Kalau (jadi cawagub) ini perintah Pak Gubernur, saya siap. Bismillah,” kata Heru seperti dikutip Kompas.

Komisaris Di Bank DKI dan PT. Delta Djakarta Tbk

Saat ini, selain menjadi pegawai negeri sipil, Heru Budi Hartono juga tercatat sebagai komisaris Bank DKI sejak 18 Juni 2015 berdasarkan hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank DKI tanggal 17 Juni 2015 yang dituangkan dalam Akta No. 39 tanggal 28 Juli 2015 tentang Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank DKI. Serta surat Otoritas Jasa Keuangan No. SR-143/D.03/2015.

Selain di Bank DKI, Heru Budi Hartono juga tercatat sebagai komisaris utama PT. Delta Djakarta Tbk sejak tahun 2014 lalu. Seperti diketahui PT. Delta Djakarta mayoritas sahamnya dimiliki oleh San Miguel Malaysia (L) Pte. Ltd (pengendali) (58,33%) dan Pemda DKI Jakarta (23,34%)

PT. Delta Djakarta Tbk sendiri terutama untuk memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek “Anker”, “Carlsberg”, “San Miguel”, “San Mig Light” dan “Kuda Putih” disamping produk lainnya non-alkohol bermerek “Sodaku”.

Dekat Dengan Presiden Jokowi

Salah satu alasan yang dianggap alasan Ahok memilih Heru Budi Hartono karena dirinya dianggap dekat presiden Jokowi. Ketika Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Heru menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) DKI Jakarta dan aktif mengurus segala kebutuhan Jokowi, mulai dari blusukan bertemu warga hingga kegiatan resmi.

saat itu, pengalaman Heru selama 15 tahun tinggal di Jerman dan Australia membuat dirinya menjadi andalan Gubernur Jokowi untuk bernegosiasi dengan investor asing yang akan menjalin kerjasama dengan DKI Jakarta.

Tak berhenti sampai di situ, Jokowi pulalah yang mempromosikan Heru Budi Hartono sebagai Walikota Jakarta Utara dan resmi menjabat pada 13 Januari 2014. Ketika itu, salah satu pertimbangan Jokowi mengangkat Heru sebagai Walikota Jakarta Utara karena prestasi Heru saat menjabat Kepala Bagian Sarana Kota Jakarta Utara dan berhasil melebarkan Kali Angke dan Kali Adem. Heru juga dianggap berhasil merelokasi 1.500 warga yang tinggal di kolong tol Penjaringan dan prestasinya pada tahun 2008 dimana Heru berhasil membebaskan lahan taman BMW di Koja Jakarta Utara.

Heru Budi Purnomo sempat menjadi pembicaraan ketika aturan larangan menggunakan kendaraan pribadi bagi kepala SKPD setiap hari jumat di setiap pekan pertama diterapkan rela naik angkutan umum dari rumahnya di Jatiwaringin ke Balaikota.

Heru juga pernah mengeluarkan wacana agar instansi yang dipimpinnya yaitu Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dibubarkan saja karena tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPKAD dengan lembaga lain saling tumpang tindih.

 

Biodata Heru Budi Hartono

Nama Lengkap : Heru Budi Hartono, SE, MM
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 13 Desember 1965

Riwayat Pendidkan
SDN 8 Jakarta Pusat dan 3 tahun menjadi siswa SD di Pakistan (1971 s/d 1977)
SMP PSKD I Jakarta Pusat (1997 s/d 1981)
SLTA Kerajaan Belanda (Den Haag), (1981 s/d 1984)
Meraih gelar S1 di Universitas Krisna Dwipayana –Jakarta (1984 s/d 1990)
Meraih Gelar S2 di Universitas Krisna Dwipayana –Jakarta (1995 s/d 1998)

Riwayat Jabatan
Staf Khusus Walikota Jakarta Utara (1993)
Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara (1995)
Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara (1999)
Kasubag Sarana & Prasarana Kota Jakarta Utara (2002)
Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara (2007)
Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara (2008)
Kepala Biro KDH dan KLN DKI Jakarta (2013)
Walikota Jakarta Utara[1](2014)
Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta (2015)

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

  1. Eka March 15, 2016 at 12:32 am - Reply

    Loh dia berada diperusahaan distributor miras ??? Wah perlu ditanya, bagaimana tanggapannya nanti sebagai CAWAGUB apakah termasuk golongan Anti Miras atau sebaliknya melegalkan Miras dimana2
    #just thinking out of the box

Leave A Response