Profil Driss Fettouhi Kapten Maroko Berpaspor Indonesia

Thursday, Sep 1, 2016 | 1579 views

Aktualita.co – Rupanya, tidak hanya pesepakbola Wanderley Santos yang memiliki paspor Indonesia dan bermain di luar negeri. Kini, media juga diramaikan dengan pemberitaan mengenai pesepakbola Driss Fettouhi yang disebut-sebut juga berwarganegara Indonesia karena memiliki paspor Indonesia.

Driss Fettouhi

Driss Fettauhi lahir di Casablanca pada 30 September 1989. Ia saat ini memperkuat klub Al Kharaitiyat yang bertanding di Qatar Stars League. Driss Fettauhi sendiri memulai karirnya di klub kota kelahirannya Wydad Casablanca hingga usianya 13 tahun.

Sempat berhenti dari sepakbola dan kembali memasuki lapangan hijau pada usia 16 tahun saat mengikuti reality show ditelevisi Maroko bertajuk “Golden Foot”. Bersama dengan sembilan orang finalis lainnya ia mengikuti pelatihan bersama Le Havre AC.

Baca Juga : Wanderley Santos Warga Negara Indonesia : Tulis Situs Resmi Asosiasi Sepakbola UEA

Bermain di Le Havre AC pada musim 2008-2009, Driss Fettaouhi hanya bermain sekali di klub tersebut di ajang Ligue 1.

Setelah tidak diperpanjang kontrak bersama Le Havre AC, Driss kemudian bermain di FC Istres Ouest Provence, Ligue 2, pada musim panas 2009. Ketika bermain di FC Istres, Driss tercatat bermain dalam 96 pertandingan dengan 11 gol dan 5 assist. Klub berikutnya adalah Ajman Klub yang bertanding di UAE Gulf League pada musim 2013.

Dari Ajman kemudian ia memperkut klubnya yang sekarang dan bergabung sejak 1 Juli 2016 ini untuk durasi kontrak hingga Juni 2017.

Pemain berposisi pemain tengah ini, pernah menjadi kapten tim nasional Maroko U-23 serta pernah memperkuat Maroko di Olimpiade London 2012.

Berpaspor Indonesia

Walau Indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda, nyatanya kini Driss Fettouhi memiliki pasport Indonesia dan juga paspor Maroko. Dalam situs transfermarkt, dituliskan jika Driss Fettouhi berkewarganegaraan Maroko dan Indonesia.

Menurutnya ayahnya, Mohammad Fotouhi seperti dikutip dari Mountakkhab, Driss Fettouhi memiliki paspor Indonesia agar lebih mudah bergabung dengan klub UEA. Seperti diketahui, klub UEA hanya diisinkan memiliki 3 pemain asing + 1 pemain dari Asia.

“Dia berharap bisa memperkuat timnas Indonesia dalam waktu dekat, setelah suspensi Indonesia dicabut oleh FIFA,” ungkap sang ayah.

Diduga, Fettouhi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia dari salah seorang pejabat tinggi yang ada di Indonesia. Pasalnya, ia pernah membela Maroko dalam Islamic Solidarity Games di Palembang, Sumatera Selatan, pada 2013 lalu.

Like it? Share it!

Leave A Response