Profil Aisa Mijeno Pengusaha dan Penemu Lampu Berbahan Garam

Thursday, Nov 19, 2015 | 1644 views

Aktualita.co – Nama Aisa Mijeno kini disebut-sebut sebagai ilmuan yang sedang naik daun di kawasan Asia. Bahkan baru-baru ini, di Forum KTT APEC 2015 ia duduk bersama dengan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dan milyarder China, Jack Ma yang berlangsung pada 18 November 2015 di Manila.

Saat itu, Barrack Obama bahkan mengajak Jack Ma untuk mau berinvestasi di perusahaan yang sedang dirintis Aisa Mijeno. Aisa Mijeno memang sedang merintis usaha dari penemuannya bersama dengan saudaranya Raphael Antonio Mijeno yaitu lampu listrik berbahan bakar air asin yang dinamainya SALt (Sustainable Alternative Lighting) pada tahun 2012.

Penemuan inilah yang menjadikan dirinya sejajar dengan tokoh-tokoh penting dunia lainnya.

Profil Aisa Mijeno

Berlatar Belakang Ilmuan

Aisa Mijeno memanfaatkan ilmunya untuk menjawab permasalahan yang ditemuinya di negaranya–Filipina. Aisa Mijeno merupakan profesor teknik di De La Salle University, Lipa Filipina.

Salah satu tujuannya menciptakan SALt adalah keinginannya untuk menjaga keindahan bumi melalui pengembangan teknologi. Kesadaran tersebut muncul dsetelah dirinya terlibat dengan Greenpeace Filipina. Dirinya juga terinspirasi oleh orang-orang desa yang walaupun kekurangan sumber daya tetapi mampu bertahan dengan kecerdasan dan ketahanan yang mereka miliki. Ungkapnya seperti dilansir AsianScientist.com

Mengenal SALt Sebagai Energi Alternatif Berkelanjutan

Salah satu masalah yang ingin dipecahkan dengan kehadiran SALt adalah kenyataan bahwa Filipina memiliki lebih dari 7000 pulau yang kebanyakan dari pulau-pulau tersebut tidak memiliki akses listrik. Karena itu, Aisa Mijeno memikirkan alternatif untuk menerangi wilayah tersebut tanpa batrei dan lilin sebagai sumber cahaya yang berbiaya mahal.

SALt dimulai di gunung Kalinga, Filipina dimana masyarakat menggunakan lampu berbahan bakar minyak. Padahal lokasi tersebut berada di atas gunung yang aksess transportasi susah dan berjarak 50 km dari wilayah yang bisa diakses oleh angkutan umum. Karena itu masyarakat harus berjalan 12 jam untuk mendapatkan minyak agar bisa mendapatkan cahaya di malam hari.

Dari sanalah kemudian Aisa Mijeno berhasil menciptakan lampu yang hanya menggunakan air dicampurkan 2 sendok garam dan mampu menyala selama 8 jam.

Berkat penemuannya ini, Aisa Mijeno dan SALt telah mendapatkan berbagai macam penghargaan dari seluruh dunia.

Kini, Aisa Mijeno telah mengumpulkan dana agar lampu buatannya bisa diakses lebih banyak orang. Untuk memasarkan lampu temuannya, Aisa Mijeno baru memasarkannya secara online. Dan saat ini masih fokus membuat lampu untuk komunitas-komunitas yang telah didukung oleh LSM-LSM.

Like it? Share it!

Leave A Response