Presiden Secara Resmi Berikan Grasi Pada Aktivis perempuan Eva Susanti Bande

Posted on

Aktualita.co – Bersamaan dengan peringatan Hari Ibu, senin (22/12) Presiden Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberikan grasi kepada aktivis perempuan Eva Susanti Bande, yang dihukum oleh Pengadilan Negeri Luwuk, Sulawesi Tengah, selama 4 (empat) tahun karena memperjuangkan hak tanah rakyat.

“Hari ini resmi saya berikan grasi karena saya tahu yang diperjuang oleh Ibu Eva adalah hak-hak rakyat, yang berkaitan dengan tanah,” kata Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Ibu 2014 yang juga dihadiri oleh Eva Susanti Bande, di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/12) seperti dikutip dari laman Setkab.

“Saya kira hal-hal seperti inilah yang harus terus kita perjuangkan, jangan sampai ada lagi aktivis-aktivis perempuan yang memperjuangkan hak-haknya, yang memperjuangkan hak-hak rakyat justru malah akhirnya masuk ke tahanan. Jangan ada lagi hal seperti itu lagi,” pintanya.

Perjuangan Eva Bande

surat eva bande (sumber: evabande.wordpress.com)

Eva Bande dipidanakan pada tahun 2010 lalu. Saat itu ia memimpin Front Rakyat Advokasi Sawit Sulawesi Tengah, sebuah organisasi rakyat yang memperjuangkan hak-hak petani untuk mendapatkan tanah yang dirampas oleh pemilik modal.

Eva merupakan aktivis perempuan pejuang agraria. Ia Karena aktivitas inilah Eva Bande ditangkap. Ia dianggap melanggar hukum karena memimpin perjuangan petani melawan perusahaan sawit PT. KLS di Desa Piondo, Kecamatan Toili.

Bersama 23 demonstran lainnya ia sempat ditangkap dan dilepaskan kembali karena karena masa tahanannya habis, namun kasusnya belum tuntas.

Pada 2010 Pengadilan Negeri menghukumnya dengan hukuman penjara 3 tahun 6 bulan. Di Pengadilan Tinggi hukumannya naik menjadi 4 tahun. Dan pada Tahun 2003, MA mengembalikan hukumannya menjadi 3 tahun 6 bulan.

Ia kemudian ditangkap pada Kamis, 15 Mei 2014, di Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Perempuan asli Luwuk, Kabupaten Banggai ini, ditangkap orang-orang dari tim Kejaksaan Negeri Luwuk bekerja sama dengan tim dari Kejaksaan Agung.

Eva dituduh melakukan tindak pidana  sebagaimana diatur dalam Pasal 160 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atas putusan Kasasi tersebut, Eva sedang mengajukan permohonan Peninjauan Kembali dengan Register Perkara No.: 03/PID.PK/2014/PN.Lwk tertanggal 21 Agustus 2014.

Walau mendapatkan grasi, tetapi Eva Bande tetap menolak dinyatakan bersalah. “Saya mengajukan grasi lalu dikabulkan presiden bukan karena saya mengaku bersalah. Di salah satu poin grasi ditulis karena kelalaian proses hukum,” kata Eva kepada wartawan seperti dikutip TribunNews dalam konferensi pers di kantor Walhi, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2014).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *