Pesawat CN 295; Produksi Dalam Negeri yang Berjasa Dalam Pencarian QZ8501

Posted on

Aktualita.co – Basarnas banyak dipuji berkat kerja mereka yang bisa menemukan lokasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. Salah satu armada yang digunakan dalam pencarian tersebut adalah pesawat CN 295 dan menjadi armada yang pertama kali menemukan puing Air Asia.

Dalam wawancara bersama Aiman Wicaksono di KompasTV pada Selasa (30/12) malam, Mayor Penerbang Akal Juang yang menjadi pilot CN (Casa Nusantara) 295, menuturkan, ini merupakan kebanggaan untuk bangsa Indonesia. Karena penemuan ini justru dilakukan menggunakan pesawat buatan PTDI, CN 295, dan ditemukan oleh kemampuan anak bangsa sendiri.

Tak mudah bagi tim CN-295 untuk menemukan serpihan AirAsia. Mereka harus melakukan pengintaian dari udara sejak pukul 07.00 dan baru mendarat pukul 19.00 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Tak hanya itu mereka harus turun hingga 500 feet (sekitar 150 meter dari permukaan laut) yang berbahaya bagi keselamatan tim.

cn 295

Mengenal Pesawat CN-295

Pesawat CN-295 merupakan bagian dari pembaharuan alutsita TNI dari Fokker 27 ke CN-295 yang merupakan pesawat produksi PT.Dirgantarai Indonesia dan Airbus Military.

Pesawat CN-295 yang merupakan pengembangan CN- 235 kerap disebut sebagai penanda kebangkitan industri dirgantara Indonesia pasca krisis ekonomi tahun 1998.

Pesawat CN-295M merupakan pesawat angkut sedang taktis (medium airlifter) generasi terbaru yang sudah menggunakan full glass cockpit, digital avionic dan sepenuhnya kompatibel menggunakan night vision goggles (NVG), sehingga CN-295M merupakan pesawat angkut sedang versi militer yang dapat diandalkan di kelasnya.

CN-295M mampu membawa sampai dengan total sembilan ton kargo atau kurang lebih 71 personel. Pesawat ini  juga mampu terbang sampai ketinggian 25 ribu kaki dengan kecepatan jelajah maksimum 260 Knot (480 Km/Jam) serta dapat diterbangkan dan dikendalikan dengan aman dan sangat baik pada kecepatan rendah sampai dengan 110  Knots (203 Km/Jam).

Dengan menggunakan 2  Mesin Turboprop Pratt & Whitney Canada (PW 127G), pesawat ini mampu lepas landas dan melaksanakan pendaratan pada landasan yang pendek (STOL/ Short Take Off & Landing) yaitu 670 m/2.200 kaki dengan berat tertentu.

Pesawat ini memiliki berbagai kemampuan seperti angkutan personel dan logistik, penerjunan pasukan dan logistik, evakuasi medis udara, patroli udara terbatas, serta penugasan militer maupun misi kemanusian lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *