Peringatan Hari Pendidikan Aceh ke-55; Momentum Peningkatan Mutu Pendidikan Aceh

Posted on

10656422_953602227990646_1808619057_nBanda Aceh, Aktualita.co – Jika secara Nasional ada Hari Pendidikan Nasional (Hardinas), maka di Aceh terdapat Hari Pendidikan Daerah (Hardikda)–sekarang Hari Pendidikan Aceh–yang diperingati setiap tanggal 2 September. Peringatan Hari Pendidikan Daerah mengambil momentum ketika para pemimpin Aceh meletakkan tonggak sejarah berdirinya Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry, dan Dayah Manyang Tgk Chik Pante Kulu yang berada dalam satu Kampus yang dinamakan Kota Pelajar Mahasiswa atau Kopelma Darussalam.

Kopelma Darussalam yang diresmikan pada tanggal 2 September 1959 akhirnya menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Aceh dan ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Daerah yang selanjutnya diubah menjadi Hari Pendidikan Aceh. Presiden Soekarno yang mengukir kalimat Tekad Bulat Melahirkan Perbuatan Nyata, Darussalam Menuju Pelaksanaan Cita-Cita’, hingga kini masih terdapat di Tugu Darussalam menjadi pengingat akan cita-cita pendidikan yang ingin dicapai.

Peringatan Hari Pendidikan Aceh ke-55 diperingati pada tanggal 2 September 2014 ditandai dengan apel siaga pendidikan di lapangan Tugu Darussalam Banda Aceh yang dihadiri tidak kurang lima ribuan pelajar dan mahasiswa serta petinggi pendidikan di Aceh. Dalam upacara tersebut turut dihadiri Hasbi Abdullah ketua DPRA, dan juga dari unsur Pemerintah.

Dalam upacara tersebut, bertindak sebagai pemimpin upacara Drs Dermawan, MM selaku Sekertaris Daerah Aceh.

“Pendidikan adalah kunci kemajuan dan modal kebangkitan bangsa. Pendidikan merupakan investasi besar untuk mencetak generasi penerus yang hidup di dalam trilogi pendidikan yang saling terintegrasi dan sinergi, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat,” kata Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Drs Dermawan MM seperti dikutip dari humas Prov Aceh.

“Goresan tinta emas sejarah pendidikan ini masih dapat kita saksikan pada tugu Darussalam yang ada di depan kita. Sekarang ini, setelah 55 tahun berlalu sejak dipancangkannya tonggak pembangunan kembali pendidikan Aceh tersebut, dapat kita jadikan sebagai momentum dalam upaya refleksi untuk peningkatan mutu dan akselerasi pembangunan pendidikan dalam rangka merajut kembali peradaban Aceh di era modern sekarang,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Drs Supriadi, M.Pd,  Kabag TU Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry yang diwawancarai Aktualita.co mengungkapkan bahwa “Guru di Aceh harus berbenah diri menuju peningkatan mutu.”

Ia berharap agar sertifikasi guru jangan dilihat sebatas adanya income, tetapi agar merasakan bahwa Pemerintah telah mendorong guru untuk kreatif dan jadikan subtansi sertifikasi itu sebagai pemicu meningkatkan kompetensi sehingga guru memiliki kapasitas yang diperlukan sesuai dengan tuntutan guru hari ini yang harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi personal dan kompetensi sosial. “Akumulasi ini diperlukan untuk memicu kualitas guru kita,” ujar alumni Magister Pendidikan di Universitas Syiah Kuala. (*AA/acehprov.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *