Penthouse, Playboy dan Senjakala Majalah Pria Dewasa

Wednesday, Jan 20, 2016 | 1887 views

Aktualita.co – Majalah khusus pria dewasa tampaknya terus mengalami periode senjakala dan ditinggalkan penggemarnya. Kabar terbaru datang dari Majalah Penthouse yang mengumumkan akan menghentikan edisi cetaknya setelah 51 tahun terbit dan hanya akan terbit dalam format digital. Pengumuman tersebut diungkapkan penerbit Penthouse pada Jumat, (15/1).

Edisi perdana majalah Penthouse Amerika pada September 1969

Edisi perdana majalah Penthouse Amerika pada September 1969

Padahal di masa jayanya, Majalah Dewasa Penthouse sempat beroplah hingga 5 juta eksemplar dan menjadi saingat berat Majalah Playboy. Bandingkan dengan Majalah Playboy yang sempat beroplah 5,6 juta eksemplar dimasa jayanya.

“Dengan mempertimbangkan kembali konsumsi konten yang disukai konsumen saat ini, versi digital Penthouse akan menggabungkan dan mengonversi semua yang pembaca tahu dan suka dari pengalaman saat membaca majalah cetak menjadi kekuatan pengalaman digital,” kata penerbit majalah itu, FriendFinder Network, dalam sebuah pernyataan.

Sebenarnya, tanda-tanda semakin meredupnya Majalah Penthouse yang terbit sejak tahun 1965 (di London) dan terbit dalam edisi perdana di Amerika pada tahun 1969 sudah terjadi sejak 2004 lalu saat pendirinya Bob Guccione mengumumkan bangkrut. Majalah tersebut juga dilaporkan tidak lagi profit sejak tahun 2008. Hingga kemudian perusahaan dibalik Penthouse, Friendfinder Networks juga melaporkan bangkrut pada tahun 2013 lalu dimana kemudian perusahaan mereka diturunkan dalam listing Nasdaq pada 7 Agustus 2013 dan kini diperdagangkan tanpa audit.

Tak hanya menghentukan media cetaknya dan hanya fokus di media digital, Penthouse juga akan menutup sejumlah kantornya di New York. Sementara itu, para pekerja di sejumlah kantor FriendFinder di Los Angeles akan direlokasi.

Didahului oleh Majalah Playboy

Sebelum Majalah Penthouse mengumumkan akan menghentikan edisi cetaknya, Majalah Playboy sudah lebih dulu mengumumkan tenggelamnya majalah tersebut. Pada bulan Oktober 2015 lalu, Playboy lebih dulu mengumumkan rencananya untuk tidak lagi menampilkan foto-foto wanita seksi dan tanpa busana.

Menurut uraian di Fortune yang ditulis oleh Neil Powell, majalah pria dewasa, seperti Playboy dan Penthouse, tak lagi sanggup bersaing pada era internet seperti sekarang ini karena mudahnya konten tersebut didapatkan di internet.

Walaupun Playboy relatif lebih baik kondisinya dibandingkan Penthouse tetapi setidaknya kondisi ini menjadi sinyal akan semakin tenggelamnya Majalah Pria Dewasa di era digital. Kondisi yang juga hadir di media cetak lainnya.

Like it? Share it!

Leave A Response