Peneliti INDEF: Kinerja Menteri Saleh Husin Harus Dievaluasi

Wednesday, Apr 13, 2016 | 624 views

Aktualita.co – Peneliti Institute for Development of Economic and Finance/INDEF Berly Martawardaya menyebut kinerja Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin kurang maksimal. Karena itu politikus Hanura tersebut layak dievaluasi kinerjanya.

“Pak Saleh harus dievaluasi sebab Kemenperin adalah Kementerian vital yang jadi motor penggerak ekonomi nasional,” ungkap Berly dalam siaran persnya pada, Rabu (12/4).

Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini juga mengungkapkan bahwa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah memberikan banyak kemudahan dan inovasi untuk mendongkrak sektor perekonomian di tanah air.

Salah satu contohnya adalah investor diberikan kemudahan  dalam mengurus perizinan kemudian terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 142 tahun 2015 tentang Kawasan Industri yang bertujuan mempermudah usaha bisnis dalam membangun industri.  Namun demikian kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membangun sektor industri dan ekonomi nasional tidak ditangkap dengan cepat oleh Menteri Saleh Husin.

“Padahal di sektor industri kita perlu bergerak cepat. Menperin harus cepat dan jeli. Tapi dalam kenyataanya kan tidak begitu,” sambung Berly.

Masih kata Berly, melemahkan ekonomi global bukan alasan bagi Menperin untuk berkelit. Bahkan beberapa negara di dunia bisa meningkatkan pertumbuhan ekonominya di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. Tentu saja hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan para penyelenggara negara tersebut.

Sebaliknya, kondisi di Indonesia sektor perekonomian semakin muram. Beberapa indikasinya adalah angka kemiskinan yang meningkat, jumlah pengangguran bertambah dan daya beli lemah.

“Karena itu reshuffle menteri harus menjadi pertimbangan presiden,” tandasnya.

Berbagai insentif ke pelaku usaha sudah banyak diberikan melalui berbagai fasilitas kebijakan pemerintah, namun eksekusi akhir ditingkat regulator sektoral bidang industri belum menampakan hasil. Inilah yg menunjukan fakta, bahwa kinerja Menperin menunjukan kapasitas yg kurang memadai.

Sehingga apabila memang dalam kabinet kerja ini formasi Menperin memang sdh diplot untuk Partai Hanura, maka Presiden perlu melakukan komunikasi politik dg partai pendukung untuk meminta masukan dari Partai Hanura figur yg kompeten untuk menggantikan Menperin.
.

Like it? Share it!

Leave A Response