Pendiri Cyrus Hasan Nasbi Jadi Pemodal Awal Teman Ahok

Thursday, Mar 17, 2016 | 3922 views

Aktualita.co – Banyak orang yang bertanya-tanya dari mana dana Teman Ahok berasal untuk membiayai aktifitas relawan. Seperti diketahui Teman Ahok kerap menyebut tidak menerima donasi berupa uang dan mendapatkan dana dari penjualan merchandise seperti kaos, gelang, atau aksesori lain yang berhubungan dengan Ahok.

hasan hasbi

Tentu saja, pada proses berdirinya Teman Ahok tetap membutuhkan modal awal. Rupanya modal awal tersebut berasal dari Hasan Nasbi konsultan politik yang juga menjadi pendiri Cyrus Network.

“Jadi uang saya pribadi, bukan Cyrus,” ungkap Hasan Nasbi Batupahat seperti dikutip Kompas pada Kamis, (17/3).

Teman Ahok adalah junior-junior mereka di relawan Jakarta Baru. Tidak hanya dirinya tetapi ada 10 orang yang mengumpulkan dana untuk menjadi modal awal Teman Ahok yang nilai totalnya sebesar Rp. 500 juta.

Dana inilah yang kemudian digunakan untuk biaya operasional Teman Ahok dan ongkos produksi pembuatan pernak pernik. Hasan Nasbi sendiri selain menjadi CEO Cyrus Network merupakan koordinator tim relawan Jakarta Baru yang sukses menjadikan Jokowi – Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Hasan Nasbi yang merupakan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini, sengaja mereka mengumpulkan modal diawal untuk Teman Ahok agar kedepan Teman Ahok tidak lagi menerima dana tunai selain dari penjualan pernak-pernik Teman Ahok.

Menyediakan Sekertariat Teman Ahok

Selain dengan bantuan dana awal, saat ini sekertariat Teman Ahok juga disewakan oleh Hasan Nasbi. Letaknya berdampingan dengan kantor Cyrus yaitu di Kompleks Perumahan Graha Pejaten di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Timur.

Rumah ini sebenarnya adalah rumah dinas DPRD DKI yang aset milik DKI di bawah pengelolaan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).  BPKAD kemudian menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang melakukan pengelolaan aset. Di bawah kerja sama dengan BPKAD, pihak swasta berhak mencari keuntungan ekonomis dengan skema pembagian yang telah disepakati dengan DKI. Dari sanalah Hasbi Hasan Nasbi menyewa sekertariat tersebut, jadi tidak menyewa langsung kepada Pemda DKI Jakarta.

“Hasan bukan sewa sama DKI, tetapi kerja sama dengan perusahaan swasta. Jadi, saya kira rumah itu digunakan (menjadi markas Teman Ahok) sah-sah saja, karena aset itu sudah dilepas (tidak dikelola langsung BPKAD),” ungkap Ahok menjelaskan.

Baca Juga : Mengenal Amalia Ayuningtyas Founder Teman Ahok

Like it? Share it!

Leave A Response