Pelatihan Secara Mandiri, Guru Pidie di Apresiasi

Posted on

Aktualita.co Satu tahun terakhir ini ada pemandangan yang berbeda di kabupaten Pidie, para guru SD dan SMP giat mengikuti pelatihan proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi dalam pengembangan karir. Lebih dari tiga ribuan guru sudah mengikuti pelatihan secara mandiri dengan menggunakan dana sendiri, yang sebagian besar menyisihkan uang sertifikasi mereka. Tentu, semangat tersebut tidak terlepas dari dorongan Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthalamuddin SPd MSP dan pra Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang kerap kali turun ke sekolah.

Sebagai salah satu kabupaten mitra USAID DBE (Decentralized Basic Education), tidaklah berlebihan USAID PRIORITAS memberikan apresiasi kepada kabupaten tersebut dengan memberikan penghargaan kepada Dinas Pendidikan Pidie atas komitmennya yang  tinggi untuk mendiseminasikan program USAID PRIORITAS dengan melatih guru secara mandiri. “Kegiatan ini dimotivasi oleh Kadisdik, sehingga guru sadar bahwa guru harus meningkatkan kompetensinya dalam pengembangan karir, salah satunya dengan pelatihan proses pembelajaran,” kata Ridwan Ibrahim, Koordinator USAID PRIORITAS Aceh di Banda Aceh (31/01) ia mengatakan atas dasar itulah disdik Pidie harus diapresiasi.

Menjelang berakhirnya program USAID PRIROITAS di Aceh, pertengahan tahun ini, Ridwan berharap disdik dapat teruskan pelatihan dan gunakan modul USAID PRIORITAS terutama untuk aktifkan Kelompok Kerja Guru/Gugus (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). “Bila difungsikan dengan baik, KKG/MGMP akan terus hidup karena merupakan sarana untuk terus meningkatkan kualitas guru. Disdik dapat motivasi fasilitator daerah untuk berkreasi membedah isi tiap unit modul USAID PRIORITAS sesuai dengan tuntutan pembelajaran oleh kurikulum, terutama pasca program PRIORITAS,” harap Ridwan.

Sementara itu, Kadisdik Pidie ungkapkan terimakasihnya atas penghargaan tersebut. Menurut dia  dorongan yang dilakukan kepada guru untuk terus berlatih sudah mulai terlihat dampaknya di dalam kelas, terutama pada pola guru mengelola kelas.”Dampaknya sangat baik, metode PAKEM adalah cara paling tepat untuk pembelajaran saat ini, guru menjadi lebih kreatif dan peserta didik jadi lebih mengembangkan afektif dan psikomotorik,” jelas Murthalamuddin. Ia mengaku sedang mempersiapkan fasilitator daerah untuk melakukan supervisi klinis terhadap guru yang sudah dilatih. “Pasca program PRIORITAS, para fasilitator akan kita maksimalkan fungsinya untuk melakukan penguatan di KKG dan MGMP,” katanya. (PR/USAID)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *